Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (30/7/2026), di tengah perhatian investor terhadap keputusan terbaru bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), laporan keuangan emiten teknologi raksasa, serta sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis dari Negeri Paman Sam.
Melansir CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,25%, sementara Topix turun 0,59%. Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,89% setelah anjlok tajam pada perdagangan Rabu, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 0,73%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,26%.
Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh laporan keuangan emiten teknologi besar AS yang menunjukkan hasil beragam. Saham Meta Platforms anjlok 7% dalam perdagangan setelah penutupan bursa setelah memberikan proyeksi pendapatan yang lebih lemah dari ekspektasi, sementara Microsoft melonjak 8% berkat pertumbuhan bisnis komputasi awan Azure yang kuat.
Kepala Investasi Pave Finance Stephen Evans mengatakan hasil tersebut mencerminkan perbedaan strategi investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kini mulai terlihat dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan. Menurutnya, Microsoft mampu meningkatkan laba meski tetap agresif berinvestasi di AI, sedangkan Meta masih menghadapi tekanan terhadap laba akibat tingginya biaya investasi.
Evans menambahkan, hasil Microsoft meredakan kekhawatiran pasar mengenai perlambatan pertumbuhan perusahaan tersebut setelah sahamnya sempat tertekan. Sementara itu, bisnis periklanan Meta masih dinilai kuat, namun perusahaan perlu menunjukkan pengendalian biaya yang lebih baik dan imbal hasil investasi AI yang lebih konsisten agar kepercayaan investor dapat pulih.
Di sisi makroekonomi, pelaku pasar juga masih mencermati keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat kebijakan yang berakhir Rabu waktu AS. Keputusan tersebut mendorong lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang, dengan yield Treasury 30 tahun naik 10 basis poin ke atas level 5,2%, tertinggi sejak 2007.
Head of Global Equities and Real Assets Wells Fargo Investment Institute Sameer Samana mengatakan The Fed masih bersikap sabar dan memilih menunggu perkembangan kondisi ekonomi dalam beberapa bulan mendatang sebelum mengambil langkah lanjutan. Ia menilai pertemuan The Fed pada September masih terbuka untuk kemungkinan perubahan kebijakan apabila data ekonomi yang masuk menunjukkan tekanan inflasi yang meningkat.
Pada perdagangan Kamis waktu AS, investor akan memantau sejumlah data penting, termasuk klaim pengangguran mingguan, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) Juni, serta estimasi awal pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil kuartal II. Konsensus Dow Jones memperkirakan inflasi utama PCE tumbuh 3,7% secara tahunan, sedangkan inflasi inti yang mengecualikan komponen energi dan pangan diproyeksikan naik 3,3%.
Musim laporan keuangan emiten juga masih berlanjut pada Kamis. Bristol-Myers Squibb dijadwalkan merilis laporan keuangan sebelum pembukaan pasar AS, sementara Amazon, Apple, dan Coinbase akan mengumumkan kinerjanya setelah penutupan perdagangan.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google





Komentar (0)