Penggabungan Halaman Gedung Sate-Gasibu Menuai Kritik, KDM Buka Suara

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS - Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih mengerjakan proyek penggabungan halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu di Kota Bandung, hingga Kamis (30/7/2026), meski menuai kritik dari sejumlah kalangan masyarakat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan proyek senilai Rp 15,8 miliar itu menggunakan dana hasil efisiensi pos anggarannya sendiri.

Pria yang biasa disapa KDM ini mengatakan, proyek revitalisasi halaman Gedung Sate akan terasa manfaatnya ketika sudah selesai. Ia optimis proyek ini sangat bermanfaat besar bagi masyarakat.

Adapun dalam proyek itu, para pekerja membongkar jalan umum hingga perpustakaan. Jalan yang dibongkar dalam proyek ini adalah Jalan Diponegoro depan halaman Gedung Sate. Panjang jalan yang dibongkar mencapai 130 meter.

Lapisan aspal diganti dengan batu andesit seperti di Jalan Braga. Ruas jalan yang telah dibongkar kini tidak lagi dapat dilalui kendaraan bermotor dan akan difungsikan sebagai ruang publik yang menghubungkan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu.

Selain jalan umum, para pekerja juga membongkar perpustakaan di Lapangan Gasibu. Perpustakaan ini biasanya dimanfaatkan pengunjung yang datang ke lapangan dengan panjang lintasan lari 400 meter tersebut.

"Sesuatu itu nanti akan terasa manfaatnya sesudah selesai. Nanti kita lihat aja selesai revitalisasi ini manfaatnya besar sekali," kata KDM.

Baca JugaPenataan Halaman Gedung Sate, Jalan dan Perpustakaan Dibongkar

Ia menuturkan, dalam revitalisasi tersebut juga dilatarbelakangi kondisi Gedung Sate yang sudah puluhan dalam kondisi tidak pernah dicat dan kelihatan kusam.

KDM pun mengaku tak mempermasalahkan kritik dari berbagai kalangan masyarakat terkait proyek tersebut. Ia menegaskan dana proyek bersumber dari efisiensi anggaran internal gubernur.

"Baru sekarang Gedung Sate dicat secara benar dan cerah. Kalau ada kritik dan otokritik biasalah," tambahnya.

Sebelumnya, pembongkaran Jalan Diponegero di depan Gedung Sate dan perpustakaan Gasibu mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya dari aktivis Ricky N. Sas.

Ricky menggalang aksi penolakan proyek tersebut di laman Change.org sejak akhir April lalu. Hingga Kamis (14/7/2026) ini, petisi berjudul ”Dedi Mulyadi Jangan Rampas Jalan Umum Demi Ambisi Pribadi” tersebut telah ditandatangani 32.663 orang.

Ia menyatakan proyek ini juga membuat kemacetan di Bandung semakin bertambah parah. Kemacetan diprediksi akan terjadi di Jalan Surapati dan jalur menuju Tamansari serta Jalan Layang Pasupati.

"Saya bersama beberapa teman akan menghitung kerugian sebagai dampak proyek ini sebelum menempuh langkah hukum," ujar Ricky.

Baca JugaPemprov Jabar Bersiap Efisiensi Belanja Pegawai hingga Rp 2 Triliun

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemarin, mobil baru di GIIAS hingga konser Kanye West
• 9 jam lalu
0
thumb
Pengamat: Dedi Mulyadi Harusnya Koordinasi dengan Polda Jabar Tangani Begal
• 2 jam lalu
0
thumb
KY Sebut 2 Hakim Penerima Suap di Jateng Tetap Dapat Pensiun Usai Dipecat
• 3 jam lalu
0
thumb
Inspiratif! Anak Buruh Asal NTT Raih Lulusan Terbaik IPDN
• 2 jam lalu
0
thumb
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan 30 Juli: Hujan Petir di Bengkulu, Cerah di Yogyakarta
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.