Ada Apa dengan Profesi Dokter? IDI Buka Suara Soal Maraknya Kasus Kematian Tenaga Kesehatan

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Seorang dokter yang sedang menjalani Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), dr Siti Zahra Maghfira ditemukan meninggal dunia usai terjatuh dari lantai 18 di sebuah Apartemen kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Insiden ini terjadi pada Minggu, (26/7/2026), hingga kini aparat kepolisian masih terus menyelidiki penyebab jatuhnya korban.

Baca Juga :
Polisi Periksa Sekuriti Apartemen Kalibata City Buat Usut Tewasnya Dokter Magang yang Jatuh dari Lantai 18
Tragedi Tewasnya Dokter Magang dr Siti Zahra Maghfira Jadi Sorotan, Apa Perbedaan Co-ass dan Internship?

Terlepas dari insiden tersebut, maraknya kasus kematian dokter sepanjang tahun 2026 ini memicu pertanyaan publik mengenai kondisi yang sebenarnya dialami para dokter, khususnya dokter Internship dan PPDS. 

Lantas, apakah yang kini tengah dihadapi oleh Dokter? Dan langkah apa yang sebaiknya dapat diperbaiki untuk menyelamatkan profesi ini?

Memperhatikan Kesehatan Jiwa para Dokter

Dokter Magang, dr Siti Zahra Maghfira tewas di apartemen
Photo :
  • Kolase VIVA/ Istimewa

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bahwa tragedi ini akan menimbulkan dampak buruk bila tidak segera ditangani.

Maka, Komisi IX DPR RI meminta agar dilakukan screening kesehatan jiwa bagi seluruh dokter.

Langkah ini bertujuan agar Kementerian Kesehatan dapat memantau dan mengontrol beban kerja mereka secara lebih baik.

“Screening kesehatan jiwa ini agar Kementerian Kesehatan tahu beban kerja yang menjadi bagian dari pekerjaan mereka itu bisa dikontrol dan sejauh mana beban kerja itu membuat mereka stress,” ungkap Irma Suryani Chaniago pada program Apa Kabar Indonesia Malam, tvOne, Rabu (29/7/2026).

Kemudian, pihaknya juga meminta tata kelola internship para dokter juga diperbaiki oleh Kementerian Kesehatan.

“Menurut kami, Kementerian Kesehatan harus memiliki regulasi yang punya kekuatan hukum agar semua masalah yang terjadi bisa dipertanggungjawabkan, sesuai dengan UU Nomor 17 Tahun 2024 tentang Kesehatan,” ujarnya.

Perlindungan Terhadap Dokter

Sementara itu, Dewan Pertimbangan IDI, dr Nazrial Nazar mengungkapkan para dokter muda ini banyak mengalami beban profesi, sosial, dan hukum.

Menurutnya, penerima jasa baik itu pasien maupun keluarganya tentu memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap dokter. Hal ini justru membuat dokter semakin terbebani. 

Oleh karena itu, dr Nazar mengungkapkan seorang dokter harus dilindungi dari beban yang dipikulnya 

“Tetapi persoalannya adalah sejauh mana campur tangan penyelenggara negara yang secara eksplisit menyebutkan perlindungan itu. Ini yang menjadi jembatan antara kewajiban kompetensi dengan ekspektasi yang tinggi itu,” jelas dr Nazrial Nazar.

Baca Juga :
Siapa dr Siti Zahra Maghfira? Dokter Magang yang Tewas Terjatuh di Apartemen Ternyata Putri Direktur Rumah Sakit
Kematian dr. Siti Zahra Tambah Daftar Duka, Dokter Ini Minta Evaluasi Besar: Bukan Saatnya Saling Menyalahkan
Ibu Dokter Magang yang Tewas Jatuh Dari Lantai 18 Apartemen Kalibata City Alami Syok

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Contoh Proposal HUT ke-81 RI Tahun 2026 Lengkap, Bisa untuk RT, RW, Sekolah, dan Karang Taruna
• 9 jam lalu
0
thumb
[FULL] Adu Argumen Kubu Jokowi Vs Dokter Tifa Jelang Sidang Kasus Ijazah 6 Agustus | SAPA MALAM
• 16 jam lalu
0
thumb
Pemprov Jabar targetkan seluruh warga nikmati akses listrik pada 2027
• 22 jam lalu
0
thumb
Imbas Kekeringan Musim Kemarau, Petani di Subang Terpaksa Panen Lebih Awal | KOMPAS SIANG
• 1 jam lalu
0
thumb
Bank bjb Perluas Potensi Bisnis Melalui Kemitraan Strategis Bersama Yayasan Adi Upaya
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.