Terungkap Awal Mula Konflik Sarwendah & Ruben Onsu dari Tiket Konser BLACKPINK

cumicumi.com
19 jam lalu
Cover Berita
































Hingga kini konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu memang belum ada tanda-tanda akan selesai. Bukan hanya soal gugatan hak asuh anak, kini keduanya pun diketahui telah saling lempar sindiran sesuai fakta masing-masing.

Namun, belum lama ini, kuasa hukum Ruben Onsu yaitu Minola Sebayang sempat mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan terkait awal mula perseteruan kliennya dengan Sarwendah. Diungkapkan oleh Minola, pada Oktober 2025, Sarwendah sempat menghubungi Ruben Onsu untuk mengabarkan bahwa dirinya dan anak-anak ingin menonton konser BLACKPINK.

Meski telah Ruben telah berusaha membelikan tiga tiket, namun Sarwendah kabarnya meminta tambahan satu tiket lagi di row yang sama. Hal ini tidak bisa dipenuhi oleh Ruben lantaran tiket sudah terlanjur dibeli tiga dan tidak bisa ditambah.

Hal ini rupanya memicu perdebatan diantara keduanya. Sarwendah diduga kecewa lantaran permintaannya tidak bisa dipenuhi, sehingga berpengaruh ke komunikasi mereka. Hingga tak lama kemudian, Sarwendah secara tiba-tiba menyinggung soal rumah yang akan dilelang.  

"Begitu Ruben mengirim bukti tiket, muncul kata-kata: 'Maaf, ini rumah mau dilelang?''. Jadi sejak Oktober 2025, kata lelang itu sudah digunakan untuk menekan Ruben dan menjatuhkan mentalnya," ungkap Minola Sebayang.

Bukan hanya lantaran masalah tiket, Minola juga mengungkapkan bahwa konflik antara kliennya dan Sarwendah memanas usai Ruben tak sengaja mengetik tanda seru (!) saat membalas pesan.

"Miskomunikasi itu misalnya Ruben typo, ada tanda seru. Itu jadi pembahasan, 'Kenapa ada tanda seru?'. Akhirnya terjadi keributan, Ruben minta maaf berkali-kali karena kepencet," jelas Minola.

Lebih lanjut, Minola juga menjelaskan bahwa kabar yang menyebut rumah di Cilandak disita bank adalah kekeliruan. Dia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengonfirmasi ke bank terkait dan statusnya masih dalam prosedur penyelesaian, bukan lelang kolektibilitas lima. (ND)



Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bea Cukai Soetta Bongkar Penyelundupan 26 Kg Ekstasi
• 6 jam lalu
0
thumb
Militerisasi Sipil Dinilai Mengancam Demokrasi dan Negara Hukum
• 17 jam lalu
0
thumb
Intelijen Prancis Selidiki Pilot Jet Rafale M Terkait Aktivitas dengan China
• 9 jam lalu
0
thumb
KPK Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Keluar Gedung KPK Minta Maaf ke Publik
• 4 jam lalu
0
thumb
Wamenperin dorong industri tekstil nasional perkuat daya saing global
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.