Menteri LH Ingin Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Berbasis Keanekaragaman Hayati

jpnn.com
20 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menyebut Indonesia harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi berbasis keanekaragaman hayati.

"Indonesia harus menjadi pemimpin dalam pengembangan ekonomi berbasis keanekaragaman hayati," kata Menteri Jumhur dalam keterangan persnya, Rabu (29/7).

BACA JUGA: Blue Bird Hadirkan Layanan Taksi Premium Baru, Andalkan Kendaraan Ramah Lingkungan

Dia menuturkan kekayaan biodiversitas Indonesia harus mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan masyarakat.

"Kami ingin orang Indonesia menjadi pelaku utama dalam ekonomi hijau yang sedang tumbuh ini. Jangan sampai kekayaan keanekaragaman hayati yang kita miliki justru ditentukan oleh pihak lain," lanjut Jumhur.

BACA JUGA: Menko AHY Tegaskan Keberlanjutan Lingkungan Adalah Keharusan dalam Pembangunan

Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan komitmen Indonesia terhadap Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF), pemerintah terus mendorong keterlibatan sektor swasta sebagai mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus menciptakan nilai ekonomi.

Menteri Jumhur juga mengajak perusahaan di Indonesia untuk mulai membangun kapasitas dalam memahami isu perubahan iklim, keanekaragaman hayati, serta instrumen ekonomi lingkungan agar mampu mengambil peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi hijau global.

BACA JUGA: Tindaklanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, BULOG Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, pemerintah terus menyiapkan berbagai instrumen pendanaan keanekaragaman hayati untuk memperluas keterlibatan sektor swasta dalam perlindungan dan pemulihan ekosistem. 

Salah satu mekanisme yang tengah dikembangkan adalah Biodiversity Credit sebagai instrumen pembiayaan yang mendukung investasi berbasis alam dengan tata kelola yang berintegritas, adil, dan akuntabel.

Pengembangan Biodiversity Credit menjadi salah satu implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang diarahkan untuk memperkuat sistem pembiayaan konservasi melalui kerja sama pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan.

Head of Mission to the German Embassy to Indonesia, ASEAN and Timor-Leste Thomas Graf mengatakan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia merupakan aset strategis yang memiliki nilai penting, baik bagi masyarakat maupun perekonomian global. 

"Biodiversitas merupakan fondasi dari ketahanan pangan dan ekonomi, serta menjamin kesejahteraan masyarakat untuk jangka panjang," katanya, Rabu ini.

Menurut dia, sebagai aset ekonomi, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat bernilai bagi dunia.

"Jika dikelola dengan bertanggung jawab dapat mendukung inovasi, investasi, dan keberlanjutan kehidupan generasi yang akan datang," ujar Thomas. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Jumhur Hidayat: Jatim Ranking 1 dalam Menjaga Lingkungan dan Mengelola Sampah


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kepala BGN Respons Kejagung soal MBG Boros Rp10,5 Triliun per Tahun
• 22 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jaksel dan Jaktim Hujan Ringan
• 12 jam lalu
0
thumb
Amran: Ada Mafia Jual Beras Fortifikasi Rp 42 Ribu/Kg, Kerugian Capai Rp 71,9 T
• 1 jam lalu
0
thumb
Tangis Sarwendah Pecah, Ungkap Anak-anak Jadi Korban Bullying di Tengah Perseteruan dengan Ruben Onsu
• 13 jam lalu
0
thumb
Indonesia dan Kamboja Menjajaki Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Reformasi Birokrasi dan Transformasi Digital
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.