Murka, Adik Kim Jong Un Ingatkan ASEAN Jangan Jadi Corong Bayaran AS!

detik.com
2 hari lalu
Cover Berita
Jakarta -

Adik perempuan penguasa Korea Utara, Kim Jong Un melontarkan pernyataan keras kepada ASEAN. Para analis mengatakan ini merupakan hal langka yang menandakan semakin berkurangnya relevansi blok tersebut bagi negara bersenjata nuklir tersebut.

Kim Yo Jong pada hari Senin (27/7) mengecam seruan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk denuklirisasi Korut, dengan mengatakan bahwa pernyataan itu "mendistorsi esensi situasi di Semenanjung Korea".

Sebelumnya pada Forum Regional ASEAN tahunan yang diadakan di Filipina, hari Kamis lalu, ASEAN menyatakan "keprihatinan mendalam" atas perkembangan program senjata nuklir dan rudal Korea Utara yang sedang berlangsung.

Baca juga: Mencak-mencak, Adik Kim Jong Un Sebut ASEAN Bodoh, Kenapa?

Dilansir media South China Morning Post, Selasa (28/7/2026), pertemuan itu juga "menekankan pentingnya melanjutkan dialog damai di antara semua pihak terkait untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Semenanjung Korea yang telah didenuklirisasi".

Menanggapi pernyataan ASEAN itu, Kim Yo Jong mengatakan: "Merupakan kegagalan dalam pemikiran dan logika strategis dan manifestasi dari mimpi liar yang bodoh dan konyol untuk masih berpegang pada 'denuklirisasi Semenanjung Korea' yang telah kehilangan maknanya secara konseptual dan praktis."

Adik perempuan Kim Jong Un itu "menyatakan ketidakpuasan yang besar terhadap sikap permusuhan yang terang-terangan dari forum tersebut yang mengikuti gembar-gembor AS tentang 'denuklirisasi'". Dia pun memperingatkan bahwa forum ASEAN tidak boleh "disalahgunakan sebagai corong bayaran untuk AS".

Meskipun kritik publik Pyongyang terhadap ASEAN jarang terjadi, para pengamat mencatat bahwa komentar terbaru Kim Yo Jong itu sejalan dengan sikap garis keras rezim tersebut tentang denuklirisasi.

"Saya akan mengatakan bahwa ini adalah teguran yang cukup langka, terutama yang secara eksplisit ditujukan kepada ASEAN," kata Sarah Teo, profesor di Program Arsitektur Keamanan Regional Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam.




(ita/ita)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Naikkan Tukin TNI dan Kemhan, Besarannya Melesat Dari 70% Ke 90%
• 5 jam lalu
0
thumb
Kejutan Wuling! Luncurkan Mobil Listrik di RI Seharga Rp 155 Juta
• 18 jam lalu
0
thumb
Budaya Nongkrong Dorong Konsumsi Teh Masyarakat Indonesia Meningkat
• 14 jam lalu
0
thumb
Tiga Warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza
• 7 jam lalu
0
thumb
[FULL] Kasus Eks Jampidsus Febrie Banyak Kejanggalan? Mantan Wakil Ketua KPK M Jasin Soroti Ini
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.