PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat lonjakan signifikan arus lalu lintas di Ruas Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada H-3 Idul Fitri 1447 H atau Rabu (18/3).
Kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat mendominasi pergerakan di jalan tol layang terpanjang di Indonesia tersebut.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 64.985 kendaraan telah melintasi tol MBZ arah ke luar Jakarta. Angka ini menunjukkan kenaikan drastis sebesar 198,27 % jika dibandingkan dengan lalu lintas normal yang biasanya hanya mencapai 21.787 kendaraan.
Sebaliknya, arus menuju Jakarta terpantau lebih landai meski tetap mengalami kenaikan. Tercatat ada 28.788 kendaraan yang menuju ibu kota, naik 30,32% dari volume normal sebesar 22.090 kendaraan. Secara total, akumulasi kendaraan yang melintas di kedua arah mencapai 93.773 kendaraan.
Rekayasa Lalu Lintas Buka-Tutup
Menanggapi lonjakan volume kendaraan yang ekstrem tersebut, pihak pengelola tol bersama pihak Kepolisian menerapkan langkah antisipasi untuk mencegah kemacetan total di atas elevated toll.
General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Desti Anggraeni, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas bersifat situasional telah diberlakukan.
“Sebagai dampak volume kendaraan yang masih tinggi di Ruas Jalan Layang MBZ, dilakukan rekayasa lalu lintas berupa buka tutup akses masuk secara situasional menuju arah Cikampek atas diskresi Kepolisian. Langkah ini juga dilakukan untuk mengurai kepadatan yang terjadi, termasuk di akses keluar KM 48 akibat pertemuan arus lalu lintas dari Ruas Jakarta–Cikampek,” ujar Desti dalam keterangan resminya.
PT JJC turut mengingatkan para pemudik untuk tetap waspada selama perjalanan, terutama mengingat beban volume kendaraan yang sangat tinggi dan potensi faktor cuaca.
Pengguna jalan diminta memastikan kondisi fisik pengemudi maupun performa kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki tol layang.
Selain itu, ketersediaan bahan bakar dan saldo uang elektronik menjadi hal krusial untuk menghindari kendala di tengah perjalanan.
Pihak pengelola juga menyoroti potensi hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang serta kondisi permukaan jalan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkini atau bantuan darurat, Jasa Marga menyediakan layanan One Call Center 24 jam di nomor 133, akun Twitter @PTJASAMARGA, serta aplikasi Travoy 4.5.




