Setelah setahun menjadi lalu lintas utama, pusat bisnis, dan pusat kemacetan di Kota Jakarta, kawasan Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin akhirnya bisa melonggarkan diri dan menjadi kawasan-untuk sementara waktu-nyaman untuk dilintasi.
Pada Kamis (19/3/2026) pagi, suasana kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, tidak seramai pada hari kerja dan akhir pekan. Suara knalpot dari motor gede (moge) yang melintas kencang menjadi penanda beda dengan hari-hari biasa di kawasan tersebut. Motor jenis itu hanya melintasi kawasan Sudirman-Thamrin jika lalu lintasnya lancar. Tidak seru kalau naik moge kalau banyak ngeremnya. Aneka merek moge, seperti Harley Davidson, Ducati, dan Triumph beriringan membelah jalan yang lowong di sisi tengah.
Sisi pinggir jalan didominasi oleh pesepeda yang dengan kencang memacu road bike nya sementara pelari memanfaatkan trotoar yang nyaris menjadi milik sendiri. Sejumlah pengendara sepeda motor dan penguna mobil pribadi juga melintas di jalan protokol di Kota Jakarta tersebut.
Suasana di Kota Jakarta menjelang Hari Raya Idul Fitri amatlah asing bagi mereka yang terbiasa menyaksikannya sebagai kota yang macet. Kali ini, Jakarta menampilkan sisi yang ”beradab”. Tidak terlihat saling serobot jalur, bunyi klakson yang konstan dan menyebalkan, dan adu emosi antarpengguna jalan. Mereka yang berada di jalan pada pagi itu seperti menikmati kemewahan yang hanya berlangsung selama kurang lebih sepekan saja. Saat libur panjang Lebaran berakhir dan warga kembali ke Jakarta, maka wajah asli lalu lintas Sudirman-Thamrin akan kembali ke setingan awal.
Warga melintas jembatan penghubung halte bus Transjakarta di kawasan Setiabudi.
Kompas/Yuniadhi Agung
Lahan parkir di perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman tampak kosong
Kompas/Yuniadhi Agung
Jembatan penyeberangan orang yang sepi
Kompas/Yuniadhi Agung
Kesibukan hanya terlihat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Dalam sengat panas yang terik, sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan panggung dan perlengkapannya yang akan digunakan untuk acara malam takbir. Aneka hiburan untuk warga akan disajikan untuk merayakan malam kemenangan.
Pekerja dan hiasan bertema Ramadhan di Bundaran Hotel Indonesia
Kompas/Yuniadhi Agung
Warga berfoto di halte Transjakarta Bundaran HI
Kompas/Yuniadhi Agung
Ornamen hiasan bertema Idul Fitri di Bundaran HI
Untuk sesaat, kota Jakarta seperti diberikan kesempatan untuk bernafas. Mereka ditinggalkan oleh para perantau yang berkumpul dan melepas rindu bersama keluarga. Dua pekan lagi, ke Jakarta mereka akan kembali dan jalur Sudirman-Thamrin akan kembali menjadi saksi ketangguhan warga dalam melewati hari-hari mereka…





