Hormati Nyepi, Pawai Takbiran di Mataram Tak Lewati Perkampungan Umat Hindu

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Mataram: Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah di enam kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga toleransi umat beragama serta mencegah penumpukan massa di satu titik, mengingat perayaan Idulfitri tahun ini beririsan dengan Hari Raya Nyepi.

Asisten I Setda Kota Mataram H Lalu Martawang mengatakan masing-masing kecamatan telah menentukan titik start dan finish dengan rute tertentu agar tidak mengganggu umat Hindu yang sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian.

"Panitia telah memetakan rute-rute sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi gangguan antarumat beragama," katanya di Mataram seperti dilansir Antara, Kamis, 19 Maret 2026.

Langkah antisipasi ini disiapkan untuk menghadapi dua kemungkinan penetapan 1 Syawal oleh pemerintah. Apabila 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, pawai takbiran harus diatur agar tidak mengganggu umat Hindu yang masih menjalankan Catur Brata Penyepian. Namun jika 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, kegiatan pawai takbiran bisa berjalan lebih maksimal karena umat Hindu telah menyelesaikan rangkaian ibadah Nyepi.
 

Baca Juga :

Umat Hindu di Maluku Serukan Perdamaian Lewat Pawai Ogoh-Ogoh


"Berbagai kemungkinan dan potensi-potensi gangguan kamtibmas saat pawai takbiran tetap harus kami antisipasi sedini mungkin," katanya.

Pelaksanaan pawai takbiran disebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Selaparang, Mataram, Ampenan, Sekarbela, Cakranegara, dan Sandubaya. Pemkot Mataram telah melakukan pemetaan rute agar pawai tidak melintasi perkampungan umat Hindu.

Sebagai contoh, di Kecamatan Sekarbela yang biasanya peserta pawai takbiran melintasi Lingkungan Batu Dawe (kampung Hindu), kini diarahkan ke kawasan Perumnas. Sementara di Kecamatan Cakranegara, pelepasan peserta pawai takbiran akan menggunakan panggung yang sebelumnya menjadi lokasi pelepasan pawai ogoh-ogoh pada Rabu, 18 Maret 2026.


Ilustrasi. Foto: MI.

"Tentunya dengan mengganti dekorasi ogoh-ogoh ke semarak takbiran. Itu menunjukkan kuatnya harmoni dan toleransi antar umat beragama di Kota Mataram," katanya.

Lalu Martawang menegaskan bahwa kondisi ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana warga di Kota Mataram dapat hidup berdampingan dengan harmoni. Dengan penyebaran pelaksanaan pawai takbiran di enam kecamatan, diharapkan semua dapat berjalan beriringan, penuh rasa toleransi, dan tidak mengganggu umat Hindu yang sedang beribadah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya, Bahas Efisiensi Anggaran Kementerian
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rudal Klaster Iran Hujani Langit Israel hingga Netanyahu Sebut Ali Larijani Tewas
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis, 19 Maret 2026: Aries Lagi On Fire, Pisces Jangan Baper
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pemerintah Senegal Tuduh Ada Korupsi di CAF usai Dicoret dari Juara Piala Afrika 2025, Maroko Diangkat sebagai Pemenang
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Trauma Ketinggalan, Abdul Rela Datang 3 Jam Lebih Awal ke Stasiun Pasar Senen
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.