Masjid di Jember Sudah Dibuka Lagi Usai Ledakan, Polisi Terus Patroli

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Suasana masjid Pesona Regency di Kabupaten Jember yang mengalami ledakan sudah tampak berubah.

Tidak ada lagi garis polisi yang menandai larangan masuk area tersebut. Penjagaan pun beralih dari semula anggota Brimob bersenjata lengkap, diganti personel Samapta Polres Jember.

Selain itu, aktivitas beribadah di masjid juga pulih kembali. Masjid sudah dibuka sebagai tempat warga menunaikan salat berjamaah, termasuk tarawih pada Rabu, 18 Maret 2026.

Padahal sebelumnya, area masjid harus steril untuk keperluan polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejak peristiwa ledakan yang terjadi pada Senin, 16 Maret lalu.

Kanit Dalmas Samapta Polres Jember, Iptu Muhammad Romli, menjelaskan penjagaan oleh anak buahnya bersifat tentatif. Sekitar 10 personel yang dikerahkan datang ke masjid setiap kali waktu salat untuk ikut berjamaah.

“Bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa situasi dan kondisi keamanan di sini sudah kondusif dan bisa dilakukan kegiatan beribadah shalat lima waktu,” jelasnya.

Personel Samapta juga sekaligus melakukan patroli di sekitar kawasan tersebut yang menjadi bagian tugas dalam Operasi Ketupat Semeru. Di antaranya tugasnya menjaga keamanan tempat-tempat ibadah maupun daerah permukiman warga.

“Pasca-kejadian itu kita memastikan, memberitahukan, dan mengajak masyarakat sekeliling masjid bisa melakukan kegiatan dengan aman dan kondusif. Tidak ada hal-hal yang perlu dicemaskan,” tutur Romli.

Menurut dia, hasil interaksi personel Samapta dengan takmir masjid maupun warga menunjukkan rasa aman lingkungan mulai tumbuh.

“Alhamdulillah, sudah menyatakan di sini aman dan merasa sudah tidak ada apa-apa, sehingga tidak ada hal yang perlu ditakutkan,” ungkap Romli.

Sementara itu, salah seorang warga perumahan Pesona Regency, Haryo Agung, mengaku kehadiran polisi memang memberi rasa aman. Kendati dirinya masih sedikit khawatir sejak peristiwa ledakan mendadak di masjid yang mengagetkan.

Warga berharap polisi segera mengungkap yang sebenarnya perihal penyebab terjadinya ledakan. Jika misteri itu terungkap, maka masyarakat sepenuhnya lega.

“Kan paling tidak kalau seandainya itu memang betul ada yang berniat untuk menaruh sesuatu yang meledak, semoga bisa cepat diketahui,” katanya.

Kapolda Jatim, Irjen Nanang Avianto, dalam keterangannya menyatakan pihaknya butuh waktu untuk menyimpulkan sebab ledakan. Sejumlah barang yang diambil dari lokasi sumber ledakan sedang dianalisis.

“Semuanya masih dalam proses penyelidikan. Kami belum menyimpulkan bahan-bahan apa saja di situ,” ulasnya saat jumpa pers di Mapolres Jember, Selasa, 13 Maret.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Jakarta Bedug Kolosal, Catat Lokasinya!
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Toyota Alphard Jokowi Penyok saat Bagi-bagi THR, Segini Harga Barunya
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Menag Sampaikan Selamat Hari Suci Nyepi: Satu Bumi, Satu Keluarga
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Modus Tiket Mudik Fiktif, Pria di Batam Berakhir di Tangan Polisi
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Polres Cianjur lakukan rekayasa saat puncak arus mudik Lebaran
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.