Tidak Puas dengan Perang Iran, Kepala Kontraterorisme AS Mengundurkan Diri, Gedung Putih Membantah Keras

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.  Pada Selasa (17 Maret), Direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional AS, Joe Kent, mengumumkan pengunduran dirinya karena tidak puas terhadap perang yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran. Dia mempertanyakan bahwa Iran sebenarnya tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap AS.

Menanggapi hal tersebut, Gedung Putih dan Ketua DPR AS, Mike Johnson dengan cepat membantah, menegaskan bahwa Presiden Donald Trump memiliki intelijen yang sangat akurat dan kuat yang membuktikan Iran memang berniat melakukan serangan pendahuluan.

Pada hari yang sama, Joe Kent menyatakan pengunduran dirinya, dengan alasan ketidakpuasannya terhadap perang AS terhadap Iran. Dia berpendapat bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman yang mendesak bagi Amerika Serikat.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, membantah pernyataan Kent dan menyebutnya tidak benar. Dia menyatakan bahwa Presiden Trump memiliki bukti kuat yang menunjukkan bahwa Iran akan terlebih dahulu menyerang Amerika Serikat.

Leavitt menuliskan bahwa Iran adalah negara sponsor terorisme nomor satu di dunia dan selama ini secara terbuka mengancam Amerika Serikat. Iran juga tengah aktif memperluas rudal balistik jarak pendeknya, serta berupaya menggunakan rudal tersebut sebagai perlindungan untuk terus mencapai tujuan akhir berupa kepemilikan senjata nuklir.

Dia juga menyebut bahwa penolakan Iran terhadap perdamaian mendorong Presiden Trump untuk menganggap operasi militer “Epic Fury” sebagai hal yang sangat penting bagi keamanan nasional AS.

Sementara itu, Ketua DPR, Mike Johnson juga menolak pernyataan Kent pada hari yang sama.

Johnson mengatakan bahwa dia telah menerima berbagai pengarahan intelijen, dan semua pihak memahami bahwa saat itu terdapat ancaman yang sangat mendesak. Dia menambahkan bahwa Panglima Tertinggi bersama pemerintah menghadapi keputusan yang sangat sulit. Menteri Luar Negeri, Menteri Angkatan Darat, anggota Kepala Staf Gabungan, serta Jenderal Kane dan lainnya memiliki intelijen yang sangat akurat, sehingga mereka menyadari bahwa situasi tersebut sangat serius.

Johnson juga mengutip pernyataan Presiden Trump bahwa Amerika Serikat sudah sangat dekat dengan penyelesaian misi.

Dia menambahkan bahwa presiden mendapat banyak saran berharga dari para ahli, dan dirinya merasa optimistis dengan situasi saat ini. Dia juga percaya bahwa perang akan segera mereda, yang akan membawa manfaat besar bagi masa depan Amerika Serikat maupun dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Pabrik Cat di Wringinanom Gresik Berlangsung Selama 7,5 Jam, PMK Masih Dalami Penyebab Munculnya Api
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 19 Maret 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Imbau Semua Pihak Menahan Diri di Tengah Eskalasi Konflik Global, Ketua DPD RI Sultan: Saatnya Merayakan Lebaran
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Kapal Induk USS Gerald R. Ford Ditarik dari Misi Perang Iran Usai Insiden Kebakaran
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bukan Soal Akting, Ini Alasan Timothée Chalamet Gagal Raih Oscar
• 22 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.