jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri di tengah eskalasi konflik global yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, khususnya di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Menurut Sultan, situasi yang berkembang saat ini tidak hanya berdampak pada aspek geopolitik, tetapi juga menyentuh sensitivitas umat Islam yang tengah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan menjelang Idulfitri.
BACA JUGA: Ketua DPD RI Sultan Dukung Sikap Netral Presiden Prabowo Atas Konflik AS-Israel vs Iran
“Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Menjelang Idulfitri, momentum ini seharusnya menjadi ruang untuk kembali pada nilai-nilai fitrah—kedamaian, persatuan, dan kemanusiaan,” ujar Sultan dalam keterangan resminya pada Kamis (19/3/2026).
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia, lanjut Sultan, memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian global.
BACA JUGA: Ketua DPD RI Sultan Apresiasi TNI Terlibat Aktif Dalam Pembangunan Jembatan dan Pemulihan Bencana Banjir Sumatra
“Rakyat Indonesia sangat prihatin atas konflik yang terjadi. Kami berharap semua pihak yang bertikai dapat segera menghentikan permusuhan dalam bentuk apa pun, dan memilih jalan damai sebagai solusi bersama,” tegasnya.
Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) tersebut juga menyoroti bahwa konflik yang terjadi saat ini memiliki karakter asimetrik, tidak hanya dalam aspek militer, tetapi juga dalam arus informasi yang berkembang di ruang publik.
BACA JUGA: Dukung Pembatasan Pengunaan Media Sosial Pada Anak, Sultan Singgung Program MBG dan Beasiswa
“Konflik ini bersifat asimetrik, bukan hanya di medan perang, tetapi juga di medan informasi. Karena itu, masyarakat harus cerdas—jangan sampai terjebak pada informasi bias dan hoaks yang justru memperkeruh keadaan.”
Dia mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menyaring informasi, terutama di era digital dan kecerdasan buatan yang memungkinkan penyebaran disinformasi secara cepat dan masif.
“Kita harus menjaga kejernihan berpikir. Jangan sampai ruang publik dipenuhi oleh narasi yang tidak terverifikasi dan justru memecah persatuan,” tambahnya.
Sultan juga mengapresiasi sikap sejumlah negara yang memilih menahan diri dan tidak memperluas konflik sebagai langkah penting menuju de-eskalasi.
“Langkah menahan diri adalah bentuk kedewasaan dalam menjaga stabilitas global. Ini perlu terus didorong sebagai jalan menuju perdamaian,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Sultan mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan umat Muslim di dunia untuk tetap fokus menjalankan ibadah serta menyambut Idulfitri 1447 Hijriah dengan penuh ketenangan dan semangat persaudaraan.
“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat persatuan, bukan memperlebar perbedaan,” pungkas Sultan.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




