Jakarta (ANTARA) - Warga penyintas bencana banjir di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, mengemukakan cara mereka menambah semangat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah adalah dengan berbelanja pakaian baru untuk keluarga.
"Saya mau keluarga dan anak-anak sambut Lebaran dengan lebih semangat karena kan kondisi Lebaran kali ini dilalui setelah bencana banjir," kata Intan, warga penyintas bencana saat ditemui di salah satu toko pakaian di Idi, Aceh Timur, Rabu.
Dia mengatakan bahwa bencana banjir yang menerjang rumahnya pada 26 November 2025 membuat perekonomian keluarga menjadi lebih sulit. Meskipun bencana itu sudah berlalu selama beberapa bulan, namun kehidupan keluarganya belum kembali normal.
Baca juga: Penyintas bencana banjir tetap datangi masjid untuk membayar zakat
Rumah yang sempat terendam, barang-barang yang rusak, serta penghasilan yang menurun menjadi beban yang masih dirasakan hingga kini.
Namun, Intan tidak menginginkan keluarganya, terutama anak-anaknya terus merasa terpuruk akibat bencana itu, apalagi akan merayakan Hari Raya Idul Fitri dalam beberapa hari lagi.
"Jadi saya bawa mereka ke sini untuk memilih baju dan celana baru agar bisa Lebaran perasaan yang gembira," katanya.
Warga penyintas bencana lainnya, Chairul Azimi mengatakan bahwa tujuannya berkunjung ke toko pakaian untuk membeli pakaian yang harganya murah namun kualitasnya cukup bagus.
Baca juga: Warga terdampak bencana belanja kebutuhan Lebaran di Kayu Pasak Agam
"Setelah banjir ini memang ekonomi kami cukup sulit tetapi bagaimana pun harus semangat untuk rayakan Lebaran," katanya.
Chairul juga menginginkan agar dua anaknya tidak terus merasa putus asa dan hidup dalam trauma akibat bencana banjir. Oleh sebab itu, dengan membelikan pakaian baru, mereka bisa merayakan Lebaran dengan kegembiraan.
"Anak-anak harus bisa merayakan Lebaran dengan gembira meskipun memang kondisi masih serba sulit karena bencana," katanya.
Baca juga: Penyintas bencana Aceh Tamiang bersihkan kebun setelah Idul Fitri
"Saya mau keluarga dan anak-anak sambut Lebaran dengan lebih semangat karena kan kondisi Lebaran kali ini dilalui setelah bencana banjir," kata Intan, warga penyintas bencana saat ditemui di salah satu toko pakaian di Idi, Aceh Timur, Rabu.
Dia mengatakan bahwa bencana banjir yang menerjang rumahnya pada 26 November 2025 membuat perekonomian keluarga menjadi lebih sulit. Meskipun bencana itu sudah berlalu selama beberapa bulan, namun kehidupan keluarganya belum kembali normal.
Baca juga: Penyintas bencana banjir tetap datangi masjid untuk membayar zakat
Rumah yang sempat terendam, barang-barang yang rusak, serta penghasilan yang menurun menjadi beban yang masih dirasakan hingga kini.
Namun, Intan tidak menginginkan keluarganya, terutama anak-anaknya terus merasa terpuruk akibat bencana itu, apalagi akan merayakan Hari Raya Idul Fitri dalam beberapa hari lagi.
"Jadi saya bawa mereka ke sini untuk memilih baju dan celana baru agar bisa Lebaran perasaan yang gembira," katanya.
Warga penyintas bencana lainnya, Chairul Azimi mengatakan bahwa tujuannya berkunjung ke toko pakaian untuk membeli pakaian yang harganya murah namun kualitasnya cukup bagus.
Baca juga: Warga terdampak bencana belanja kebutuhan Lebaran di Kayu Pasak Agam
"Setelah banjir ini memang ekonomi kami cukup sulit tetapi bagaimana pun harus semangat untuk rayakan Lebaran," katanya.
Chairul juga menginginkan agar dua anaknya tidak terus merasa putus asa dan hidup dalam trauma akibat bencana banjir. Oleh sebab itu, dengan membelikan pakaian baru, mereka bisa merayakan Lebaran dengan kegembiraan.
"Anak-anak harus bisa merayakan Lebaran dengan gembira meskipun memang kondisi masih serba sulit karena bencana," katanya.
Baca juga: Penyintas bencana Aceh Tamiang bersihkan kebun setelah Idul Fitri




