Musim liburan yang identik dengan aktivitas luar ruangan ternyata menyimpan risiko bagi kesehatan kulit, Beauty.
Paparan sinar matahari saat traveling ke pantai, wisata alam, hingga eksplorasi kota dapat memicu hiperpigmentasi, terutama pada kulit sensitif. Kondisi ini terjadi akibat produksi melanin berlebih yang menyebabkan munculnya bercak gelap dan warna kulit tidak merata.
Secara medis, hiperpigmentasi menjadi masalah yang cukup umum terjadi di masyarakat Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh karakter kulit yang cenderung memiliki produksi melanin lebih tinggi dibandingkan kulit kaukasia.
Kondisi tersebut membuat kulit lebih rentan mengalami flek hitam, terlebih saat terpapar sinar matahari intens dalam waktu lama. Bahkan, melasma yang dipicu faktor hormonal juga bisa semakin memburuk akibat paparan sinar UV.
Dokter dari Miracle Aesthetic Clinic, dr. Lanny Juniarti, Dpl. AAAM, menjelaskan bahwa aktivitas luar ruangan saat liburan memang berisiko meningkatkan masalah kulit.
“Paparan sinar matahari yang intens dapat memicu peningkatan produksi melanin serta memperparah kondisi hiperpigmentasi yang sudah ada. Karena itu, penting bagi pasien dengan kulit sensitif maupun pigmentasi untuk memahami cara merawat dan melindungi kulit sebelum, selama, dan setelah beraktivitas di luar ruangan,” jelas dr. Lanny.
Untuk mengurangi risiko tersebut, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan selama liburan. Penggunaan sunscreen menjadi perlindungan utama. Disarankan memilih sunscreen dengan SPF minimal 30–50 serta perlindungan broad-spectrum untuk menangkal sinar UVA dan UVB. Pengaplikasian ulang setiap 2–3 jam juga penting, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, Beauty juga perlu menghindari paparan matahari pada jam puncak, yakni pukul 10.00 hingga 15.00. Jika tetap beraktivitas, penggunaan perlindungan tambahan seperti topi, kacamata hitam, dan pakaian tertutup bisa membantu meminimalkan dampak buruk sinar matahari.
Menjaga hidrasi kulit juga tak kalah penting. Paparan panas dapat membuat kulit kehilangan kelembapan dan melemahkan skin barrier. Karena itu, penggunaan produk perawatan yang menjaga hidrasi dapat membantu mempertahankan kondisi kulit tetap stabil selama liburan.
Tak hanya saat liburan, perawatan sebelum dan sesudah traveling juga perlu diperhatikan. Konsultasi dengan dokter estetika dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.
“Pendekatan perawatan yang tepat harus dimulai dengan analisis kondisi kulit secara menyeluruh. Dengan memahami penyebab pigmentasi pada setiap individu, dokter dapat merekomendasikan perawatan yang lebih personal sehingga hasilnya tidak hanya membantu memudarkan noda, tetapi juga memperbaiki kualitas kulit secara keseluruhan,” tambahnya.
Selain perawatan medis, penggunaan produk skincare dengan kandungan aktif untuk meratakan warna kulit juga menjadi pelengkap dalam rutinitas harian, terutama bagi Beauty yang memiliki kecenderungan hiperpigmentasi.





