Tradisi Mahantam di Agam Bertahan di Tengah Bencana

republika.co.id
16 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, AGAM, – Tradisi Mahantam di Palembayan, Kabupaten Agam, tetap berlangsung meski wilayah tersebut baru saja dilanda bencana banjir bandang. Tradisi ini dilakukan dua hari sebelum Lebaran sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas warga.

Di kebun kelapa sawit Palembayan, warga melakukan pembagian daging sapi hasil dari tradisi Mahantam. Masing-masing peserta mendapatkan 5 kilogram daging yang terdiri dari 2,8 kilogram daging murni, sisanya bagian lain dari sapi. Tradisi ini merupakan bentuk gotong royong ekonomi yang telah berlangsung sejak lama, di mana warga berkontribusi dana untuk membeli sapi yang disembelih menjelang Lebaran.

Bencana banjir bandang yang melanda Agam pada akhir November 2025 mengakibatkan 165 orang meninggal dunia, dengan korban terbanyak dari Palembayan sebanyak 136 orang. Meskipun demikian, warga tetap berusaha melaksanakan Mahantam dengan segala keterbatasan.

Di Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, dua ekor sapi berhasil disembelih sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama korban bencana. Namun, jumlah peserta mengalami penurunan dari 75 menjadi 66 orang akibat dampak ekonomi pascabencana, menurut Joni Masryal, ketua kelompok Mahantam setempat.

Mahantam di Huntara

Di lokasi Hunian Sementara (Huntara) Kayu Pasak, tradisi Mahantam hampir terhenti karena kesulitan ekonomi. Namun, Wali Jorong Kayu Pasak, Nofril Harman, mengalihkan bantuan dana untuk membeli sapi, sehingga tradisi dapat berlanjut. Daging sapi tersebut dibagikan kepada seluruh penghuni huntara, memastikan mereka dapat merayakan Lebaran dengan sajian daging yang menjadi bagian penting dari tradisi.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Mahantam bukan hanya tentang patungan membeli sapi, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan, terutama di masa sulit. Lebaran tahun ini mungkin berbeda, tetapi tradisi ini menunjukkan bahwa kebersamaan tetap dapat terjalin meski dalam kondisi yang berat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Pengungkapan Kasus Air Keras, Pakar Hukum: TNI Tunjukkan Profesionalisme dan Ketaatan pada Perintah Presiden
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
OJK Cirebon Imbau Warga Waspadai Gadai Ilegal Jelang Lebaran
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, LBH Desak Polisi Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan Berencana
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Rekap Hasil Orleans Masters 2026: Ubed Tumbang, Anthony Sinisuka Ginting Ciptakan Skor Afrika
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Pameran Produk Konsumen Internasional China ke-6 digelar 13-18 April
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.