Rupiah Diprediksi Masih Tertekan Jelang Lebaran Imbas Perang di Iran

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjelang periode libur Lebaran dinilai masih akan dipengaruhi faktor global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Israel-Amerika Serikat (AS).

Global Market Economist Maybank, Myrdal Gunarto, menjelaskan tingginya harga minyak memicu kekhawatiran investor, sehingga cenderung mengambil sikap risk averse terhadap aset di negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Sehingga kalau kita lihat tekanan rupiah menjelang lebaran ini masih bergerak mendekati level 16.990-an ya,” kata Myrdal kepada kumparan, Rabu (18/3).

Myrdal menilai level Rp 17.000 per dolar AS masih menjadi titik resistensi yang cukup kuat bagi rupiah. Di sisi lain, ia melihat Bank Indonesia (BI) juga akan tetap siaga memantau pergerakan pasar, terutama dari pasar offshore yang dinilai lebih berpengaruh selama periode libur.

“Kalau dari sisi setelah lebaran biasanya akan kembali ke normal, kita lihat nih kalau akhir bulan misalkan ini kegiatan transaksi ekspor-impor ini belum selesai karena ada libur ya bisa jadi kegiatan ekspor-impor akan kembali berjalan,” sebut Myrdal.

Myrdal berharap arus devisa dari ekspor dapat lebih besar dibandingkan impor untuk menopang stabilitas rupiah. Meski begitu, ia mengingatkan secara musiman permintaan valuta asing cenderung meningkat pada periode April hingga Juli, terutama untuk kebutuhan pembayaran dividen kepada investor asing.

Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah, terlebih jika harga minyak tetap tinggi yang akan meningkatkan kebutuhan impor energi. Katanya, jika harga minyak dapat turun ke bawah USD 70 per barel, maka tekanan terhadap permintaan valas berpotensi mereda.

“Misalkan perangnya itu sudah damai masih bergerak di keseluruhan level sekitar Rp 16.600 sampai 16.850-an paling,” sebut Myrdal.

Senada dengan Myrdal, Ekonom CORE Yusuf Randy Manilet menilai pergerakan rupiah menjelang lebaran masih berada dalam tekanan dengan tingkat volatilitas yang cukup tinggi. Ia menekankan kondisi tersebut lebih banyak didorong oleh tekanan global seperti penguatan dolar AS, ketidakpastian arah suku bunga global, serta eskalasi geopolitik yang memicu arus keluar modal dari negara berkembang.

Menurutnya, ruang penguatan rupiah dalam jangka pendek relatif terbatas. Sehingga pergerakannya lebih realistis berada pada level tinggi dengan kecenderungan stabil, meskipun tetap memiliki risiko pelemahan apabila tekanan eksternal meningkat.

“Meski begitu, saya tetap melihat fundamental domestik masih cukup menjadi penopang, sehingga fokusnya saat ini lebih ke menjaga stabilitas daripada mendorong apresiasi,” tutur Yusuf.

Daya Beli Masyarakat Jelang Lebaran Diprediksi Melemah

Kemudian dari sisi konsumsi, Yusuf melihat daya beli masyarakat menjelang lebaran belum sepenuhnya kuat, tetapi juga belum menunjukkan pelemahan signifikan. Ia mencatat, sejumlah indikator seperti Indeks Keyakinan Konsumen yang masih berada di zona optimistis, PMI manufaktur yang tetap ekspansif, serta penjualan ritel yang masih tumbuh positif menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih berjalan.

“Tapi di sisi lain, kita juga perlu hati-hati membaca data ini karena ada faktor musiman Lebaran yang memang setiap tahun mendorong konsumsi naik. Jadi ini lebih mencerminkan stabilisasi, bukan penguatan solid,” lanjut Yusuf.

Menurutnya pemulihan ekonomi juga belum merata, terutama bagi kelompok masyarakat kelas menengah bawah yang masih rentan. Yusuf menyimpulkan kondisi ekonomi menjelang lebaran terlihat cukup tangguh di permukaan, tetapi masih menyimpan sejumlah kerentanan, seperti rupiah masih menghadapi tekanan global, sementara konsumsi domestik tetap berjalan dengan kekuatan yang terbatas.

“Jadi momentum lebaran ini lebih tepat dilihat sebagai dorongan musiman yang menjaga ekonomi tetap bergerak, bukan sebagai tanda bahwa daya beli sudah pulih kuat secara struktural,” tutur Yusuf.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rencana Pembatasan Mahasiswa Baru PTN Dinanti PTS  
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Puluhan Pemudik Menepi di GT Cikampek untuk Sahur saat One Way
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bocoran Harga Samsung Galaxy A57 di Thailand, Lini Menengah Kini Nyaris Tembus Rp10 Juta?
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Perdana Ramadan Tanpa Paula Verhoeven, Baim Wong Kerja Sambil Urus Anak: Agak Tricky
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Purbaya Kaget Pasar Beringharjo dan Malioboro di Jogja Ramai Pengunjung, Tandanya Apa?
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.