Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Pekalongan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mencatat lonjakan signifikan volume penumpang pada masa angkutan Lebaran, Rabu, 18 Maret 2026. Sebanyak 56.718 penumpang menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah Daop 4, yang terdiri dari 25.428 penumpang naik dan 31.290 penumpang turun.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa berdasarkan periode angkutan 11 hingga 18 Maret 2026, hari ini merupakan puncak arus mudik bagi pelanggan kereta api, khususnya di wilayah Stasiun Pekalongan. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 1.965 penumpang berangkat dan 3.930 penumpang tiba di Stasiun Pekalongan, dengan angka yang diprediksi terus bertambah.
Secara akumulatif sejak 11 Maret hingga hari ini, Daop 4 Semarang telah melayani total 372.598 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 173.538 penumpang melakukan keberangkatan dan 199.060 penumpang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 4.
Stasiun Semarang Tawang menjadi titik tersibuk dalam periode tersebut dengan total 57.443 penumpang naik dan 54.676 penumpang turun. Disusul Stasiun Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, dan Cepu yang menjadi titik keberangkatan favorit menuju kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Solo, dan Purwokerto. Adapun kereta api favorit dari wilayah ini meliputi KA Tawangjaya, Joglosemarkerto, dan Airlangga.
Guna mengantisipasi kepadatan di puncak arus mudik, KAI mengimbau pelanggan untuk berangkat lebih awal menuju stasiun agar terhindar dari kemacetan jalan raya.
“Dalam menghadapi lonjakan penumpang dan memperlancar proses boarding, KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau seluruh pelanggan untuk memastikan membawa identitas resmi dan tiket perjalanan guna memperlancar proses boarding,” ujar Luqman.
Untuk meningkatkan kenyamanan, KAI Daop 4 menyediakan fasilitas drinking water station di sejumlah stasiun seperti Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, hingga Cepu. Selain itu, fasilitas pengering payung juga disiagakan di stasiun-stasiun utama tersebut.
KAI juga telah mengimplementasikan teknologi face recognition boarding gate di Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, dan Pekalongan guna mempermudah proses verifikasi penumpang tanpa perlu menunjukkan dokumen fisik.
“Hadirnya Face Recognition Boarding Gate dan drinking water station ini merupakan wujud komitmen KAI memberi layanan lebih cepat, praktis, dan ramah lingkungan. Fasilitas ini memungkinkan pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah untuk proses boarding. Tidak hanya mempercepat antrean, teknologi ini mengurangi penggunaan kertas tiket fisik dan botol plastik,” pungkas Luqman.
Editor: Redaktur TVRINews




