Di tengah arus mudik Lebaran, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti kecelakaan lalu lintas sebagai masalah kesehatan terbesar yang dihadapi masyarakat.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelepasan program Mudik Gratis Presisi Polri 2026 di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3).
Menurut Budi, persoalan kesehatan tidak hanya terjadi selama perjalanan, tetapi juga berdampak saat pemudik tiba di kampung halaman maupun ketika kembali ke kota asal dalam kondisi tidak sehat.
"Nah, masalah kesehatan yang paling besar adalah kecelakaan. Itu yang paling banyak membuat masyarakat kita itu kembalinya tidak sehat atau pada saat sampai ke tempat mudik itu tidak sehat," ujar Budi.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa angka kecelakaan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Hal tersebut, kata dia, tidak lepas dari perbaikan sarana dan prasarana transportasi.
"Alhamdulillah terima kasih ke Pak Menhub (Dudy Purwagandhi) yang sudah memperbaiki secara signifikan sarana dan prasarananya, jalannya, busnya, kapal lautnya, prosedurnya seperti apa, sehingga jumlah kecelakaan tiga tahun terakhir menurun secara drastis," kata Budi.
Ia juga menyebut, pada arus mudik tahun ini angka kecelakaan kembali mengalami penurunan, meski periode mudik belum sepenuhnya selesai. Budi pun mengapresiasi langkah kepolisian yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, khususnya bagi para sopir.
"Saya juga terima kasih kepada Pak Kapolri seluruh jajarannya, terutama dari Korlantas karena tadi saya juga dilaporkan tahun ini belum keluar semua, belum selesai mudiknya, angkanya juga turun sangat drastis karena ini adalah masalah kesehatan yang paling besar," ungkap Budi.
"Sekarang dengan bantuan Pak Kapolri, Pak Menhub, semua supirnya sudah dicek kesehatannya," tambahnya.
Dalam pemeriksaan kesehatan tersebut, petugas menerapkan sejumlah indikator untuk memastikan kondisi pengemudi, mulai dari tekanan darah, kadar gula, hingga indikasi penggunaan narkoba.
"Kalau ada darah tinggi, gula, atau ada yang memakai narkoba itu kita saring dulu," ujar Budi.
Pemeriksaan kesehatan ini juga diterapkan dalam program Mudik Gratis Polri Presisi 2026. Di lokasi, tersedia posko layanan kesehatan bagi sopir dan pemudik sebelum keberangkatan.
Berdasarkan pantauan kumparan, salah satu pemudik, Isnanto (50), turut memanfaatkan layanan tersebut. Ia mengaku menjalani pemeriksaan tensi dan mendapatkan obat secara gratis.
"Tadi saya ada batuk sedikit jadi di-cek. Cek tensi dan dikasih obat, obat batuk sama obat radang," kata Isnanto.
Di sisi lain, Budi mengungkapkan bahwa penurunan kecelakaan terutama terjadi di jalan tol. Namun, kecelakaan masih kerap terjadi di jalur arteri, khususnya yang melibatkan pemudik pengguna sepeda motor.
"Nah, sekarang bergeser karena tol sudah jauh menurun, sekarang banyaknya di jalan arteri yang menggunakan sepeda motor," kata Budi.
Karena itu, ia mengimbau para pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk lebih berhati-hati demi menekan angka kecelakaan.
"Kalau mau pulang dengan sepeda motor agar hati-hati kita bisa mengurangi masalah kesehatan ini dan cita-cita Bapak Presiden, keinginan Bapak Presiden, bahwa seluruh masyarakat Indonesia mudik bisa dan selalu sehat baik pada pulang mudik dan kembali dari mudik," tutup Budi.





