Strategi Finansial untuk Kelas Menengah yang Serba Terjepit di Situasi Ekonomi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menjadi kelas menengah tidak selalu mudah di tengah situasi ekonomi seperti sekarang. BPS menyebut, pengeluaran rumah tangga kelas menengah urban mengalami kenaikan 11-15 persen dalam 2 tahun terakhir akibat inflasi.

Belum lagi penambahan tarif PPN menjadi 12 persen menambah beban kelompok ini hingga Rp 4,2 juta per tahun atau Rp 354.293 per bulan.

Situasi semakin mencekik karena meningkatnya jumlah pengeluaran tidak dibarengi dengan peningkatan pemasukan. Gaji bulanan rata-rata kelas menengah yang hanya tumbuh 3,5 persen per tahun tentu tidak bisa mencukupi kenaikan pengeluaran rumah tangga tadi.

Certified Financial Planner, Nadia Harsya, menyarankan, masyarakat perlu menggali potensi untuk menambah penghasilan di tengah situasi ekonomi seperti sekarang. Hal ini dilakukan untuk mencapai kestabilan finansial dan merancang keuangan masa depan.

"Kita punya yang namanya Piramida Perencana Keuangan. Dasarnya ini adalah financial security, orang kalau hidupnya sudah cukup, maka dia bisa punya waktu untuk mengembangkan diri," kata Nadia.

Nadia tak menampik, ia juga menjadi masyarakat yang terdampak akibat gejolak ekonomi. Oleh karena itu, salah satu cara yang ia praktikan agar tetap survive in this economy adalah dengan memiliki dua pekerjaan sekaligus (double job) untuk menambah sumber penghasilan.

"Jangan cuma puas dengan satu sumber income. Coba eksplor, bisa cari tambahan (penghasilan) dari mana. Nah, seringnya keinginan untuk eksplor di tempat lain terjadi kalau udah kesandung. Padahal sebenarnya ada lho potensi itu ketika situasi pekerjaan (utamanya) masih baik-baik aja," lanjutnya.

Manulife ‘Home for Agency’, Opsi karir dengan dukungan menyeluruh sebagai solusi penghasilan baru.

Melihat kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan income tambahan, Manulife Indonesia menginisiasi Home for Agency. Manulife Brand Representative, William Satriadi menjelaskan, Manulife Indonesia akan memberikan peluang karir dengan dukungan pelatihan dan pendampingan.

Home for Agency akan mengakomodasi dua karakter dalam pengembangan karier. Pertama, bagi seseorang yang nyaman bekerja mandiri dan fokus pada aktivitas penjualan, Manulife Indonesia menyiapkan fasilitas kantor, pelatihan, serta dukungan alat kerja digital agar aktivitas di lapangan dapat berjalan optimal.

Kedua, bagi individu yang memiliki minat membangun bisnis dan kepemimpinan, Manulife Indonesia menghadirkan jalur team builder. Dengan demikian, agen dapat berperan sebagai pemimpin tim, mengembangkan anggota tim, dan melakukan pendampingan agar tim bertumbuh.

Selain itu, program NEXTPro membuka peluang bagi karyawan swasta usia 25–55 tahun (min. D3) untuk menjadi Life Planner Manulife dengan jenjang karir jelas dan potensi pendapatan tanpa batas, tanpa harus resign dari pekerjaan utama. Pelatihan tersedia akhir pekan/after‑office dan online, dengan mentor yang mendampingi proses pembelajaran

"Banyak dari tempat kita (yang mengikuti program ini) adalah orang-orang yang masih punya pekerjaan, masih punya full time. Kita kasih mentor, training-nya nanti hari Sabtu, after office. Banyak training online juga," kata William.

Fleksibilitas ini, ucap William, membuat masyarakat untuk bisa menggali potensi tanpa mengganggu pekerjaan utama. Selama 90 hari, para peserta akan mengikuti pelatihan untuk menjadi life planner sesuai karakteristik dari Manulife.

"Kita sangat berpegang teguh di 90 hari pertama itu. Jadi nanti kita benar-benar mentorin. Jadi, SDM-nya dibentuk dulu, (kita) fokus ke SDM. Kualitasnya harus ready dulu, baru mulai bisa bekerja," jelasnya.

Menariknya lagi, Manulife Indonesia juga akan memberikan tunjangan bulanan kepada mereka yang mengikuti program ini.

"Kita akan memberikan allowance berupa semacam gaji untuk teman-teman yang masih punya pekerjaan dan kita tidak akan menyuruh mereka untuk resign dari sana," tambah William.

Home for Agency, lanjut William, tidak mengharuskan peserta menjadi agen. Bila seseorang potensinya di public speaking, ia bisa melatih orang lain dan membesarkan tim.

"Gak mesti jualan asuransi. Jadi kalau emang dia adalah tipikal orang yang senangnya untuk coaching people gitu, senangnya jadi mentor, dia bisa tuh ya untuk gedein timnya. Instead of jualan asuransinya," ucapnya.

Sama seperti namanya, Manulife ingin siapapun yang berkarir sebagai tenaga pemasar, Home for Agency bisa menjadi 'rumah' bagi siapa saja. Tak hanya mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetap, ibu rumah tangga juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan penghasilan tambahan lewat karir peragenan ini.

"Kita juga punya (agen) ibu rumah tangga. Selain bisa lebih berdaya, ia dapat menjadi backup saat pencari nafkah utama kenapa-kenapa (karena punya penghasilan tambahan)," jelas William.

Mau tahu lebih lengkap soal Home for Agency dan program terbarunya? Kamu bisa menonton Podcast Lab x Manulife BetterYou Project di Youtube kumparan di sini.

Pada akhirnya, Home for Agency menjadi tempat untuk better start dan better life. Yuk, buka peluang income tanpa batas bersama Manulife!


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas dan Perak Makin Babak Belur, Tak Punya Tenaga Buat Bangkit
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
[Full] Dua Kapal Pertamina Tertahan di Teluk Arab, Bahlil: Masih Negosiasi, Stok BBM Aman
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
KADIN DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta Gelar Tebus Sembako Murah untuk 15.000 Warga di 5 Wilayah Jelang Lebaran
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tol Cikampek - Tol Kalikangkung Resmi Berlakukan One Way
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tanggapan Eks Kepala BAIS dan Aktivis soal Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Penyiraman Air Keras
• 45 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.