Bisnis.com, JAKARTA — PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Persero) tidak memperhitungkan untung rugi dalam melayani masyarakat yang menggelar kegiatan mudik Lebaran 2026.
Hal itu ditegaskan Direktur Utama PT ASDP (Persero), Heru Widodo di hadapan awak media, Selasa (17/3/2026).
Pernyataan itu diungkapkan olehnya sehubungan dengan kebijakan tarif Tunggal untuk semua layanan penyeberangan antara Merak dan Bakauheni. Seperti diketahui, biasanya PT ASDP membedakan antara tarif penyeberangan ekspres dan reguler.
Namun pada pada musim mudik Lebaran 2026, ASDP memberlakukan tarif tunggal dari ekspres ke reguler untuk semua layanan, dengan tujuan untuk memperlancar arus penumpang dan kendaraan dari dermaga ke dalam kapal penyeberangan.
Menurut Heru, kebijakan ini diambil karena ASDP telah mempelajari perilaku konsumen setiap tahun di mana mayoritas penumpang ingin mengakses layanan ekspres. Dengan demikian, tidak ada perbedaan harga antara layanan ekspres dan reguler. Penumpang tidak dapat memilih kapal, melainkan masuk ke kapal sesuai dengan pengaturan operasional di lapangan.
Kebijakan ini berlaku di Merak terhitung mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026, pukul 15.00 WIB. Sementara untuk perlintasan dari Bakauheni, kebijakan ini akan berlaku pada 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026, pukul 24.00 WIB.
“Kalau penerapan tarif tunggal ini memberikan dampak kelancaran penyeberangan, selama saya masih menjabat, kebijakan ini akan saya teruskan,” ujar Heru Widodo.
Dia menambahkan, dalam melakukan pelayanan pada momen mudik Lebaran 2026, pihaknya tidak memperhitungkan untung rugi. Selama berkaitan dengan kepentingan negara atau masyarakat, pihaknya siap menjalankan kebijakan yang mengedepankan pelayanan.
Kendaraan antre untuk masuk ke kapal yang dikelola oleh ASDP untuk menyeberang ke Pulau Sumatra.
Selain kebijakan penerapan tarif tunggal, ASDP juga menerapkan stimulus tarif di mana pengguna jasa mendapatkan diskon 100% untuk biaya jasa Pelabuhan yang berlaku 12 Maret hingga 31 Maret 2026. Adapun nilai diskon ini setara dengan sekitar 21,9% dari harga tiket. Tujuan pemberian stimulus ini agar perjalanan masyarakat lebih terjangkau dan tertib.
Harga tiket menjadi lebih murah karena komponen jasa Pelabuhan telah digratiskan oleh BUMN tersebut. ASDP menyatakan ada tujuh lintasan yang mendapatkan stimulus yakni Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padangbai, Kayangan-Pototano, Tanjung Uban-Punggur, Ajibata-Ambarita, dan Sape-Labuan Bajo.
Sementara itu, Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse mengungkapkan bahwa untuk memperlancar penyeberangan dari Jawa ke Sumatra dan sebaliknya, pihaknya telah menyiapkan sejumlah sarapan prasaran penjualan tiket di baik di penyeberangan Merak, Indah Kiat, Ciwandan dan BJJ Bojonegoro di Pulau Jawa, maupun Bakauheni, Wika Beton, dan Muara Pilu di sisi Sumatra.
Dia menjelaskan, untuk membantu penumpang, selain dapat dibeli secara daring melalui aplikasi ferizy ASDP juga menyediakan total 81 unit titik pemesanan tiket dengan perincian 31 loket, 22 vending machine, dan 20 MPos.
Selain itu ada juga 8 sales channel tiket berbasis digital yang dapat diakses oleh calon penumpang. Sementara di Ciwandan, pihaknya menyediakan 19 unit loket tiket dengan perincian 13 loket sepeda motor dan 6 loket truk dan di Bojonegoro, terdapat 2 unit titik pembelian tiket.
Sementara itu di Bakauheni, terdapat 27 loket dan 16 vending machine, didukung oleh 6 unit loket di Wika Beton dan 2 unit di Muara Pilu.
“Imbauan kami kepada masyarakat agar mudik lebih awal agar perjalanan menjadi lebih nyaman, kemudian untuk menghindari antrean, pastikan tiket sudah di tangan, dan belilah tiket resmi melalui berbagai saluran yang kami sediakan, termasuk aplikasi Ferizy,” pungkasnya. (*)




