Motif floral mendominasi tren baju Lebaran 2026, terlihat dari berbagai koleksi yang ditampilkan dalam ajang Ramadan Runway 2026. Desainer menghadirkan pola bunga sebagai elemen utama busana raya karena dinilai mampu merepresentasikan nuansa perayaan Idulfitri yang ceria dan segar.
Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta Dana Duriyatna menegaskan motif floral tetap menjadi ciri khas dalam koleksi tahun ini. “Motif floral tetap menjadi signature sebab koleksi raya kali ini ingin menyuguhkan kesan ceria untuk merayakan hari raya Idulfitri. Bunga kan, salah satunya lambang dari keceriaan,” kata Dana.
Penggunaan motif floral tidak hanya menjadi tren musiman, tetapi juga telah melekat sebagai bagian dari tradisi busana muslim selama Ramadan. Secara filosofis, motif ini identik dengan alam, pertumbuhan, dan harapan baru, yang selaras dengan makna Idulfitri sebagai momentum kemenangan setelah menjalani ibadah puasa.
Dominasi floral tampak pada peragaan busana hari kelima Ramadan Runway. Sejumlah desainer menghadirkan variasi aplikasi, mulai dari pola etnik hingga dekoratif. Clue menampilkan layering outer, vest, dan long shirt dengan sentuhan floral bernuansa pastel dan earth tone. Yasokhy menghadirkan desain serupa melalui vest, kimono outer, serta long dress tanpa lengan dengan motif sejenis.
Sementara itu, Willmich mengembangkan aksen floral tidak hanya pada busana, tetapi juga pada penutup kepala dan detail pundak jubah. Mierto X Queend menjadikan ornamen bunga sebagai aksen dekoratif yang menonjol di bagian dada. Rryni House mengombinasikan bordir floral dengan siluet kebaya untuk menciptakan kesan elegan.
Eksplorasi motif floral juga terlihat pada Kean Signature melalui kaftan berbahan satin viscose, serta Nosa’s by Putri Ersa yang mengaplikasikan pola tersebut pada tunik dan blouse. Sejumlah label lain seperti Sarah Dewanto, Ria Atelier X Gayatri, hingga Nara X Candrika turut mengusung bordir floral dalam koleksi mereka.
Ramadan Runway 2026 mengusung tema “Blooming Ramadan”, yang menggambarkan bulan suci sebagai momen pertumbuhan spiritual layaknya bunga yang bermekaran. Dana menyebut tema ini menjadi representasi keindahan, kehidupan, dan harapan baru selama Ramadan.
Ajang ini merupakan kolaborasi APPMI Jakarta dan Kota Kasablanka yang digelar pada 5–29 Maret 2026. Tahun ini, lebih dari 60 desainer dan 80 tenant lokal terlibat dalam rangkaian acara yang bertujuan mendorong pertumbuhan industri mode dan ekonomi kreatif nasional.




