4 Prajurit TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Danpuspom TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto menyatakan bahwa pihaknya kini telah menerima empat tersangka tersebut pada Rabu (18/3/2026) pagi ini.

Baca juga: Aktivis Kontras Disiram Air Keras, Kapolri: 86 CCTV Didalami, Bukti Lain Dikumpulkan

“Tadi pagi saya menerima, 4 orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andri Yunus,” ujar Yusri dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu.

Keempat prajurit tersebut sudah diamankan dan ditahan di Pomdam Jaya. Kendati demikian, Yusri belum mengumumkan peran dan motif penyiraman air keras terhadap aktivis tersebut.

“Jadi kita masih mendalami motifnya,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan.

Berdasarkan diagnosis awal tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen tubuhnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta.

Akibat penyiraman tersebut, Andrie Yunus harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
YIS dan KNPS Gelar Bazar Sembako Murah di Jakarta Timur
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Energi Stabil: Tarif Listrik Kuartal II Tetap
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Sejak Kecil Menganyam Ketupat, Rosida Kini Berjuang di Tengah Sepinya Pembeli
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Kinerja 2025: Pendapatan AKRA Tumbuh 18,82%, Laba Bersih Naik 11,12%
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Cerita Ibu Wulan, Nasabah PNM Mekaar yang Berjualan Daun Jeruk hingga Mampu Bangun Rumah dan Sekolahkan Anak
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.