Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Jakarta
Pemerintah Jaga Daya Beli Menjelang Idulfitri
Di tengah fluktuasi ekonomi global yang dinamis, Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk memberikan kepastian bagi masyarakat.
Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), diputuskan bahwa tarif tenaga listrik untuk periode April hingga Juni (Kuartal II) 2026 tidak mengalami kenaikan.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi konsumen, terutama dalam menyambut momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen nyata negara dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan mendukung iklim industri nasional agar tetap kompetitif.
"Penetapan tarif tetap ini dilakukan agar masyarakat tidak perlu cemas dan dapat merayakan hari raya dengan nyaman," ujar Tri Winarno dalam keterangan resminya, Rabu 18 Maret 2026.
Keputusan Berbasis Kalkulasi Makro
Secara teknis, evaluasi tarif merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024.
Berdasarkan realisasi parameter ekonomi makro periode November 2025 – Januari 2026—yang mencakup kurs rupiah terhadap dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, hingga Harga Batubara Acuan (HBA)—tarif listrik sebenarnya memiliki potensi untuk terkoreksi naik.
Namun, pemerintah memilih untuk mengintervensi demi menjaga ketahanan ekonomi domestik.
Keputusan ini mencakup 13 golongan pelanggan non-subsidi serta 25 golongan pelanggan bersubsidi, memastikan beban pengeluaran rumah tangga dan operasional usaha tetap terkendali.
Keandalan Pasokan dan Seruan Efisiensi
Selaras dengan kebijakan harga, PT PLN (Persero) memastikan bahwa infrastruktur energi nasional dalam kondisi prima. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa stok batu bara untuk pembangkit rata-rata berada di atas 19 hari operasi.
“Kondisi saat ini aman. Kami fokus menjaga keandalan pasokan listrik dan meningkatkan efisiensi operasional demi layanan berkelanjutan,” ungkap Darmawan.
Menjelang musim mudik, otoritas energi juga menitipkan pesan penting bagi para pelancong. Masyarakat diimbau untuk bersikap bijak dalam menggunakan energi, termasuk memastikan seluruh peralatan listrik di rumah dalam kondisi non-aktif sebelum ditinggalkan, guna menghindari risiko korsleting dan mendukung gerakan hemat energi nasional.
Editor: Redaksi TVRINews





