Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan, 34 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta hingga Rabu (18/3).
Kondisi tersebut mendorong penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) untuk mengurai kepadatan arus mudik.
"Terkait dengan perkembangan per hari ini, izin melaporkan Bapak KSP dan Pak Wamen bahwa perkembangan sudah mencapai 34% masyarakat yang sudah keluar," kata Rivan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (18/3).
One Way Diterapkan BertahapRivan menjelaskan, keputusan penerapan one way diambil setelah volume kendaraan meningkat signifikan dan kecepatan rata-rata turun hingga 30–40 km/jam.
Rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap, mulai dari:
Contraflow satu lajur di KM 44
Contraflow dua lajur di KM 55
One way dari KM 70 hingga KM 263
Saat puncak arus mencapai sekitar 221.000 kendaraan, sistem one way diperpanjang hingga Kalikangkung.
"Ketika puncak arus mencapai 221.000 kendaraan, one way kemudian diperpanjang sampai Kalikangkung. Alhamdulillah dampaknya signifikan, perjalanan menjadi jauh lebih cepat," ujarnya.
Rivan menyebut penerapan one way berdampak signifikan terhadap kelancaran perjalanan pemudik.
"Dan alhamdulillah kelancaran ini bisa dirasakan masyarakat yang berangkat dari jam 4 sudah sampai jam 00.00 sampai Kalikangkung, Pak Wamen. Jadi sudah signifikan sangat cepat," ucap dia.
Kendala Cuaca Hambat Perbaikan JalanRivan mengakui adanya kendala dalam perbaikan jalan akibat tingginya curah hujan pada awal Maret 2026.
Curah hujan yang hampir terjadi setiap hari pada periode 1–8 Maret membuat pekerjaan perbaikan tidak dapat dilakukan secara optimal.
"Kami melaporkan bahwa di dalam bulan Januari, Februari terutama di Maret memang intensitas hujan luar biasa terutama di Maret ketika tanggal 1 sampai dengan tanggal 8 saja semua hari adalah hujan sehingga tidak bisa melakukan perbaikan," tandas dia.





