TABLOIDBINTANG.COM - Hubungan antara Meghan Markle dan Netflix kembali jadi sorotan. Laporan terbaru menyebut sang Duchess kerap “menghilang” dari rapat virtual saat merasa tersinggung.
Menurut laporan Variety yang dirilis Selasa (17/3), seorang sumber internal Netflix mengklaim suasana di perusahaan sudah tidak kondusif. “Mood di dalam perusahaan adalah ‘kami sudah selesai’,” ujar sumber tersebut, yang juga menuding perilaku Meghan dan Prince Harry kerap menimbulkan ketegangan dalam pertemuan.
Sumber lain menyebut, tim Netflix—termasuk divisi pemasaran—diberi tahu bahwa absennya Meghan dalam rapat Zoom dalam waktu lama disebabkan karena ia tersinggung oleh sesuatu yang dibahas.
Namun, tudingan tersebut langsung dibantah pengacara Meghan, Michael J. Kump. Dalam surat kepada Variety, ia menjelaskan bahwa Meghan bekerja dari rumah sambil mengurus dua anak kecil berusia 4 dan 6 tahun.
“Ia sering menghadapi situasi di mana anak-anak masuk ke ruangan secara tiba-tiba saat rapat berlangsung,” jelas Kump. “Sebagai orang tua yang bekerja dari rumah, sangat wajar jika seseorang harus mematikan kamera atau audio dalam rapat virtual.”
Tak hanya itu, sumber juga menuding Meghan kerap memotong pembicaraan Harry dalam rapat, bahkan saat sang pangeran masih berbicara. Tuduhan ini pun dibantah tegas oleh pihak Meghan dan Harry.
Kump menyebut klaim tersebut “terkesan sengaja diarahkan untuk membentuk narasi misoginis bahwa ia mendominasi suaminya.” Sementara Harry sendiri menyatakan tuduhan itu “sama sekali tidak benar.”
Isu lain yang mencuat adalah hubungan pasangan Sussex dengan Co-CEO Netflix, Ted Sarandos. Beberapa sumber mengklaim Sarandos mulai “gerah” dengan pasangan tersebut, bahkan disebut enggan melakukan panggilan tanpa kehadiran pengacara.
Namun, pihak Netflix membantah keras klaim tersebut. Sumber lain menyebut hubungan Meghan dan Harry dengan Sarandos serta Chief Content Officer Bela Bajaria tetap berjalan baik.
Bajaria bahkan mengaku menikmati kerja sama dengan pasangan tersebut. “Mereka sangat terlibat dalam proses storytelling dan membawa perspektif global yang unik,” ujarnya.
Meski begitu, laporan Variety juga menyebut sejumlah talenta papan atas Hollywood mulai ragu untuk bekerja sama dengan Meghan dan Harry.
Sebagai informasi, pasangan ini menandatangani kontrak senilai 100 juta dolar AS dengan Netflix melalui Archewell Productions setelah mundur dari keluarga kerajaan pada 2020. Dari kerja sama tersebut, lahir beberapa proyek seperti dokumenter populer “Harry & Meghan”, serial With Love, Meghan, hingga proyek lain yang kurang sukses.
Meski sempat dikabarkan mengalami penurunan nilai kontrak, sumber menyebut kerja sama antara Netflix dan Archewell masih berjalan baik, dengan sejumlah proyek baru yang tengah dikembangkan.
Sementara itu, terkait pemutusan kerja sama dengan brand gaya hidup Meghan, As Ever, pihak Netflix menegaskan bahwa sejak awal memang direncanakan agar brand tersebut berkembang secara mandiri di masa depan.




