jpnn.com, JAKARTA - Sukarelawan yang tergabung dalam Rumah Juang Jokowi (RJ2) yang juga sukarelawan Rumah Juang Prabowo-Gibran menyatakan dukungannya pada mekanisme restorative justice (RJ) yang diajukan oleh Rismon Hasiholan Sianipar.
Hal itu disampaikan RJ2 menanggapi berkembangnya informasi publik mengenai permohonan penyelesaian perkara tuduhan ijazah palsu melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) yang diajukan oleh Rismon Hasiholan Sianipar yang merupakan salah satu tersangka dalam perkara yang dilaporkan oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo.
BACA JUGA: Rismon Sudah Lama Akui Ijazah Jokowi Asli, tetapi Terjebak Permainan Roy Suryo
Salah satu sukarelawan RJ2 C. Suhadi menyampaikan sejumlah sikap pertama, RJ2 memahami mekanisme restorative justice merupakan bagian dari pembaruan sistem hukum pidana nasional.
Hal tersebut sebagaimana diatur dalam kerangka Undang-Undang No. 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta penguatan pendekatan keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana Indonesia.
BACA JUGA: Analisis Terbaru Rismon Sianipar soal Ijazah Jokowi, Berbanding 180 Derajat
"Pendekatan ini memberikan ruang penyelesaian perkara yang lebih berkeadilan, humanis dan berorientasi pada pemulihan hubungan sosial," kata Suhadi.
Kedua, RJ2 mencermati Rismon Hasiholan Sianipar telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, kepada Presiden RI ke-7 dan keluarga secara terbuka, menemui Joko Widodo di kediaman di Solo.
"Kemudian, menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden di Jakarta," kata Suhadi.
Suhadi mengaku berdasarkan informasi yang beredar di ruang publik permohonan maaf tersebut telah diterima secara prinsip dan selanjutnya diserahkan kepada proses hukum yang sedang berjalan untuk dipertimbangkan dalam mekanisme restorative justice.
Ketiga, RJ2 menghormati sikap bijak dan kenegarawanan Joko Widodo yang memilih untuk menempatkan proses ini dalam koridor hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum serta penyidik di Polda Metro Jaya, khususnya pada Direktorat Reserse Kriminal Umum agar diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Keempat, RJ2 secara emosional dan kemanusiaan, memahami bahwa para sukarelawan tentu merasakan dinamika psikologis atas berbagai peristiwa yang menimpa Jokowi.
"Namun demikian, kami meyakini bahwa semangat persatuan, kedewasaan politik dan penghormatan terhadap hukum harus tetap menjadi landasan utama dalam menyikapi perkembangan perkara ini," ungkap Suhadi.
Kelima atas dasar itu, RJ2 menyatakan mendukung sepenuhnya setiap langkah penyelesaian perkara melalui mekanisme RJ, sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, transparan serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan tanggung jawab moral dari pihak yang bersangkutan.
Pendekatan serupa juga telah terjadi sebelumnya dalam dinamika perkara lain yang melibatkan tokoh publik dan hal tersebut menunjukkan bahwa hukum Indonesia makin mengedepankan keadilan yang memulihkan bukan sekadar menghukum.
"Rumah Juang Jokowi atau RJ2 berharap proses ini dapat menjadi pembelajaran bersama bagi kehidupan demokrasi dan etika publik di Indonesia agar perbedaan pendapat tidak lagi berkembang menjadi serangan personal yang merendahkan martabat seseorang," ungkap Suhadi.
RJ2 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga suasana kebangsaan yang sejuk, menghormati proses hukum serta mendukung stabilitas nasional demi keberlanjutan pembangunan dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pernyataan sikap tersebut, selain Suhadi turut membersamai para relawan lainnya seperti Utje Gustaaf Patty, Darmizal, Edi Gozali, Paiman Raharjo, Farhat Abbas, David Pajung, Andi Azwan, Kunang, Freddy Damanik, Kelik Wirawan, Ade Darmawan, Relly Reagen, Andi Kurniawan, Budhius Piliang serta Jeffry.(mcr10/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




