Terkuaknya Motif Pembunuhan Mayat Wanita Dalam Boks di Medan

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Kasus "mayat perempuan dalam boks kontainer di Kota Medan" diungkapkan oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Ini adalah kasus pembunuhan terhadap korban yang masih berusia 19 tahun. Pelakunya dua orang yang sudah ditahan, yakni:

Apa motif pelaku?

“Tersangka satu sakit hati karena korban menolak berhubungan intim tidak wajar,” kata Calvijn saat konferensi pers di kantornya, Selasa (17/3).

Hubungan intim tidak wajar yang dimaksud adalah seks anal.

Pada malam itu, korban dan Syawal sudah berhubungan badan—mereka berkenalan melalui aplikasi pencari teman kencan.

Nah, Syawal meminta berhubungan seks lagi tapi seks anal. Korban menolak.

Saat korban kritis, Syawal melanjutkan niat bejatnya.

“Tersangka 1 ini melakukan kekerasan seksual tidak wajar pada saat korban dalam kondisi kritis,” ucap Calvijn.

Usai membunuh, Syawal pun mengambil barang-barang korban di antaranya cincin dan handphone untuk dijual dengan maksud menghilangkan barang bukti.

Setelahnya, Syawal memanggil Sofwan untuk membantu membuang jasad korban ke pinggiran bantaran sungai di Gang Seroja.

Sofwan datang mengenakan jaket ojol dan menggunakan motornya.

Obsesi Akibat Video Porno

Calvijn menyebutkan, Syawal terpengaruh konten pornografi di aplikasi X (Twitter).

“Tersangka 1 memiliki obsesi karena menonton video porno seksual dengan seksual tidak wajar di salah satu aplikasi,” ujar Calvijn.

Kasus Mayat Dalam Boks di Medan: Tersangka Utama Ajak Teman Buang Jasad Korban

Dalam kasus ini, polisi menetapkan SAN (19) sebagai tersangka utama dan dibantu satu tersangka lain berinisial SHR (19)—yang merupakan teman SAN. Peran SHR diketahui ikut membuang jasad korban ke bantaran sungai.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan SAN mengiming-imingi SHR uang untuk membayar indekos apabila ikut membantunya.

"Tersangka satu dan tersangka kedua itu merupakan teman yang pada saat tersangka dua dihubungi, tersangka satu menjelaskan bahwa ia telah melakukan pembunuhan," kata Calvijn saat konferensi pers di kantornya, Selasa (17/3).

"Kemudian tersangka dua mau memproses pembuangan jenazah korban yang ada di dalam boks kontainer karena diiming-imingi oleh tersangka satu akan melunasi biaya kos selama satu bulan ke depan," sambung Calvijn.

Calvijn menuturkan, kejadian bermula saat tersangka SAN sakit hati karena korban menolak berhubungan intim tidak wajar di sebuah hotel di sekitar tempat pembuangan jenazah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Ia menegaskan bahwa perbuatan tersangka SAN melakukan pembunuhan secara spontan tanpa ada perencanaan. "Spontan [melakukan pembunuhan]," ucap Calvijn.

Penyebab Kematian Korban

Sementara itu, Ahli Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Mistar Ritonga, mengatakan bahwa penyebab kematian korban karena lemas dibekap dan dicekik oleh tersangka SAN sehingga kepala belakang korban terbentur.

"Mati lemas karena dibekap dan dicekik serta adanya benturan (di belakang kepala)," ujar Mistar.

Dari hasil forensik, Mistar mengatakan bahwa korban mengalami benturan benda tumpul di bagian belakang kepala, hidung, mulut serta leher hingga menyebabkan memar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Nyepi Besok, Kendaraan Masih Antre di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang
• 2 jam laludetik.com
thumb
Pelaku Penyiraman Air Keras pada Andrie Yunus Kemungkinan Lebih dari Empat Orang
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Tak Ada Sistem One Way di Jalur Puncak Bogor Hingga Idulfitri
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kepribadian Kuat
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Main di Kandang, Liverpool Pede Singkirkan Galatasaray
• 2 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.