JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Keamanan Iran Ali Larijani tewas dalam serangan Israel. Ia berusia 67 tahun. Menurut pemberitaan Associated Press, hal itu dikonfirmasi otoritas Iran pada Selasa (17/3/2026).
Larijani secara luas diyakini memimpin negara setelah pembunuhan pemimpin tertingginya dalam serangan AS dan Israel akhir bulan lalu yang memicu perang semakin meluas.
Sebelumnya Israel mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah membunuh Larijani, tetapi butuh beberapa jam sebelum Iran mengonfirmasi kematiannya.
Ali Larijani ditunjuk untuk memberi nasihat kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tentang strategi dalam pembicaraan nuklir dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Trump dan melakukan perjalanan ke Oman untuk bertemu dengan para mediator hanya dua minggu sebelum perang dimulai.
Seperti para pemimpin tinggi Iran lainnya, Larijani berada di bawah sanksi berat AS dan dituduh terlibat dalam penindasan kekerasan terhadap protes massal pada bulan Januari.
Baca Juga: Porak-Poranda! AS-Israel Serang Aset Militer Iran hingga Markas Polisi di Teheran | KOMPAS PETANG
Ia tidak memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin tertinggi setelah kematian Khamenei karena ia bukan seorang ulama Syiah.
Namun, ia secara luas diperkirakan akan menjabat sebagai penasihat utama dan banyak yang percaya ia menjalankan negara tersebut ketika serangan AS dan Israel telah memaksa kepemimpinan Iran untuk berada "di bawah tanah".
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi menyatakan bahwa putra Ali Larijani, Morteza Larijani, juga tewas.
Seminggu yang lalu, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran "dua puluh kali lebih keras" jika Teheran menghentikan aliran minyak melalui Selat Hormuz, Larijani menanggapi di X.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Associated Press
- ali larijani
- larijani
- iran
- as
- israel
- larijani tewas




