Kementan Percepat Hilirisasi Perkebunan

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat hilirisasi subsektor perkebunan nasional guna meningkatkan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan pekebun.

Kementan Percepat Hilirisasi Perkebunan (FOTO:Dok Kementan)

IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat hilirisasi subsektor perkebunan nasional guna meningkatkan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan pekebun. 

Langkah ini dilakukan melalui penyiapan lahan, identifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga:
Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla Jelang Idulfitri

Fokus hilirisasi diarahkan pada tujuh komoditas perkebunan strategis, yakni tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah serta memperkuat perekonomian pekebun.

Melalui program hilirisasi perkebunan yang terencana, Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,5 triliun untuk pengembangan tujuh komoditas tersebut dengan target 870.000 hektare (ha) kebun rakyat pada periode 2025–2027.

Baca Juga:
OJK Terus Dorong Konsolidasi Perbankan Syariah

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi lokal, khususnya di desa-desa sentra perkebunan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan hilirisasi menjadi langkah penting agar komoditas perkebunan tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Baca Juga:
One Way Nasional Bakal Dilakukan Jam 12.00, KM 40 - 414 Kalikangkung Jadi Titik Utama

“Kita ingin komoditas perkebunan memiliki nilai tambah yang lebih besar. Karena itu, pemerintah terus mendorong hilirisasi agar hasil perkebunan dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang memberikan keuntungan lebih bagi pekebun dan perekonomian nasional,” ujar Mentan Amran Rabu (18/3/2026).

Dia menambahkan, pemerintah terus memastikan kesiapan berbagai aspek, mulai dari lahan, kelompok tani, hingga ekosistem industri agar program hilirisasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Imbas Konflik Timur Tengah

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, mengatakan bahwa penyiapan program hilirisasi dilakukan melalui pemetaan potensi lahan serta verifikasi langsung di lapangan.

“Kami turun langsung ke daerah untuk memastikan kesiapan CPCL, memetakan potensi lahan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pekebun, dan pemangku kepentingan lainnya. Proses ini memang tidak sederhana, namun menjadi langkah penting agar program hilirisasi dapat berjalan optimal,” ujar Roni.

Menurutnya, selain penguatan budidaya, Kementan juga mendorong pengembangan berbagai produk turunan dari komoditas perkebunan, seperti gula dari tebu, produk olahan kelapa, cokelat dari kakao, hingga beragam produk rempah dari pala dan lada.

Melalui langkah tersebut, subsektor perkebunan diharapkan tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga berkembang menjadi industri bernilai tambah tinggi yang mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan jutaan pekebun di seluruh Indonesia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengembalikan Prioritas Waktu dan Perhatian di Akhir Ramadan
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
PSG Kembali Hajar Chelsea 3-0, Tunggu Liverpool atau Galatasaray di Babak 8 Besar Liga Champions
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Arus Mudik Lebaran, 40 Ribu Lebih Kendaraan Lewati Jalur Nagreg | 17 MARET 2026
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Jangan lupa pakai masker, kualitas udara Jakarta tak sehat Rabu ini
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
JELAJAH LEBARAN 2026: ASDP Prediksi Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Hari Ini (18/3)
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.