ACEH, KOMPAS.TV – Sejumlah warga penyintas bencana banjir di Desa Desa Babo, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, beralih profesi menjadi buruh kayu gelondongan sisa banjir.
Kepala Desa Babo, Khairi Ramadhan, menjelaskan, sejumlah warganya beralih profesi menjadi buruh kayu sisa banjir untuk memperoleh pendapatan.
"Banyak warga sekarang kerja belah kayu, angkat kayu, jadi buruh kayu gelondongan bekas banjir," kata Khairi Ramadhan, Selasa (17/3/2026), seperti dikutip Antara.
Baca Juga: Menko Polkam Resmikan Penyerahan 104 Hunian Tetap Korban Bencana di Aceh Utara
Sebelum beralih pekerjaan menjadi buruh kayu, sebagian warga bekerja di perkebunan sawit milik sendiri maupun perusahaan.
Namun, lahan-lahan sawit tempat mereka bekerja hancur diterjang banjir membuat mereka kehilangan pekerjaan.
Saatini, kata dia, warga tidak hanya bekerja sebagai buruh kayu bekas banjir di desa setempat, tetapi juga mengangkat kayu-kayu dari desa lain yang diangkut melalui pelabuhan di Desa Babo.
"Kebetulan pelabuhan kami aktif jadi kayu-kayu gelondongan dari atas (desa-desa lain) dihanyutkan ke sini untuk bongkar muat dari sini," tuturnya.
Ia menuturkan, biasanya kayu-kayu bekas banjir dibelah terlebih dulu sebelum dijual ke warga. Pembeli memanfaatkan kayu tersebut untuk pembangunan rumah, tempat usaha, dan lainnya.
Selain itu, kayu-kayu gelondongan biasanya disalurkan ke pabrik yang ada di Medan, Sumatera Utara.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- aceh tamiang
- warga penyintas bencana
- aceh
- warga terdampak bencana





