Pemerintah Buka Opsi Impor Minyak dari Semua Negara, Bahlil: Termasuk Rusia!

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia membuka peluang impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi di tengah ketidakpastian geopolitik kawasan Timur Tengah. Pemerintah tidak membatasi sumber impor hanya pada satu negara.
 
"Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 17 Maret 2026.
 
Ia menjelaskan impor minyak dari Rusia kini memungkinkan setelah Amerika Serikat (AS) membuka kembali akses pembelian minyak dari negara tersebut yang sebelumnya dikenai sanksi.
 
Selain Rusia, Bahlil mengatakan Indonesia juga menjajaki kerja sama dengan Brunei Darussalam. Dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Brunei, pemerintah membahas peluang transfer teknologi serta kerja sama energi.
 
Bahlil menambahkan Brunei memiliki potensi pasokan gas C3 dan C4 yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku LPG. "Kita bisa ambil punya mereka juga atau kita bangun industri LPG di sana untuk objekannya di Indonesia," ucap dia.
  Baca juga: Pemerintah Jamin Ketahanan BBM Nasional di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
  Cari alternatif sumber impor minyak  
Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah membuat Indonesia mulai mencari alternatif sumber impor minyak di luar kawasan tersebut.
 
Pemerintah mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat dan negara lain. Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan dan stabilitas energi nasional. Indonesia selama ini mengimpor crude atau minyak mentah dari Timur Tengah dengan porsi 20–25 persen dari total impor.
 
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya menyampaikan rencana pengalihan impor energi dari luar kawasan Timur Tengah masih dalam tahap negosiasi.
 
Ia menyebut salah satu negara yang sedang dijajaki adalah Amerika Serikat melalui komunikasi yang sudah terbangun dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS.
 
"Kita akan menambah impor dari Amerika. Dari sana kita bisa melihat operator-operator minyak besar seperti Exxon Mobil dan Chevron yang beroperasi secara global. Kita berharap mereka bisa memasok kebutuhan BBM kita, baik dalam bentuk crude atau minyak mentah maupun BBM jadi," jelas dia.
 
Meski demikian, Yuliot menegaskan rencana impor energi tersebut masih dinegosiasikan dan belum ada kesepakatan, baik dengan AS maupun calon negara pemasok lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ahli Ingatkan Risiko Verifikasi Usia Lemah, Anak Bisa Ngaku Dewasa di Medsos
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Merasa Nama Dicemarkan soal Pelecehan di KRL, Dosen di Pamulang Lapor Polisi
• 9 jam laludetik.com
thumb
Pemudik Antre hingga 24 Jam Menuju Pelabuhan Gilimanuk | 17 MARET 2026
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
APBN Turun ke Daerah: Desentralisasi Fiskal dan Geliat Ekonomi Lebaran
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
5 Fakta Menarik Jelang FIFA Series 2026 di Jakarta: Duel Timnas Indonesia Vs Bulgaria Paling Ditunggu
• 2 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.