Hamilton, Kanada (ANTARA) - Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joseph Kent, mengundurkan diri pada Selasa dengan menyatakan penolakannya terhadap perang AS yang sedang berlangsung di Iran.
“Saya tidak dapat, dengan hati nurani yang bersih, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent dalam surat yang dibagikan di platform media sosial X.
Ia berpendapat bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap AS dan mengklaim bahwa konflik tersebut dipicu oleh tekanan eksternal.
Kent, seorang veteran yang mengatakan, telah ditugaskan dalam operasi tempur sebanyak 11 kali, juga menyinggung kehilangan pribadi, dengan menyebut dirinya sebagai “Gold Star husband” setelah istrinya yang juga seorang prajurit, tewas dalam perang sebelumnya.
Baca juga: Intelijen AS: Iran tetap solid, makin "keras" meski diserang AS-Israel
“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk bertempur dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika maupun sebanding dengan pengorbanan nyawa,” tulisnya.
Ia juga mengkritik pejabat Israel dan sejumlah tokoh media Amerika, dengan menuduh mereka menyesatkan pemerintah serta menarik perbandingan dengan perang Irak.
“... Taktik yang sama yang digunakan Israel untuk menyeret kita ke dalam perang Irak yang berakhir bencana, yang merenggut nyawa ribuan putra-putri terbaik bangsa kita. Kita tidak boleh mengulangi kesalahan ini.”
Dalam pesannya kepada Presiden AS Donald Trump, Kent mendesaknya untuk mengubah arah kebijakan.
Baca juga: Trump tunda kunjungan ke China "sekitar sebulan, masih perangi Iran"
“Anda dapat membalikkan arah dan menentukan jalan baru bagi negara kita, atau membiarkan kita semakin terjerumus ke dalam kemunduran dan kekacauan,” tulisnya. “Keputusan ada di tangan Anda.”
Sumber: Anadolu
“Saya tidak dapat, dengan hati nurani yang bersih, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent dalam surat yang dibagikan di platform media sosial X.
Ia berpendapat bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap AS dan mengklaim bahwa konflik tersebut dipicu oleh tekanan eksternal.
Kent, seorang veteran yang mengatakan, telah ditugaskan dalam operasi tempur sebanyak 11 kali, juga menyinggung kehilangan pribadi, dengan menyebut dirinya sebagai “Gold Star husband” setelah istrinya yang juga seorang prajurit, tewas dalam perang sebelumnya.
Baca juga: Intelijen AS: Iran tetap solid, makin "keras" meski diserang AS-Israel
“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk bertempur dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika maupun sebanding dengan pengorbanan nyawa,” tulisnya.
Ia juga mengkritik pejabat Israel dan sejumlah tokoh media Amerika, dengan menuduh mereka menyesatkan pemerintah serta menarik perbandingan dengan perang Irak.
“... Taktik yang sama yang digunakan Israel untuk menyeret kita ke dalam perang Irak yang berakhir bencana, yang merenggut nyawa ribuan putra-putri terbaik bangsa kita. Kita tidak boleh mengulangi kesalahan ini.”
Dalam pesannya kepada Presiden AS Donald Trump, Kent mendesaknya untuk mengubah arah kebijakan.
Baca juga: Trump tunda kunjungan ke China "sekitar sebulan, masih perangi Iran"
“Anda dapat membalikkan arah dan menentukan jalan baru bagi negara kita, atau membiarkan kita semakin terjerumus ke dalam kemunduran dan kekacauan,” tulisnya. “Keputusan ada di tangan Anda.”
Sumber: Anadolu




