China Akhirnya Terjun ke Timur Tengah, Bakal Urus Iran dan Negara Teluk

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Bendera China dan Iran. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - China menyatakan akan menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat ke sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Iran. Bantuan diberikan di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang kini memasuki pekan ketiga.

Dalam konferensi pers pada Selasa (17/3/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan konflik tersebut telah memicu dampak kemanusiaan serius di kawasan. Namun, ia tidak merinci bentuk maupun nilai bantuan yang akan disalurkan.

"China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada Iran, Yordania, Lebanon, dan Irak. Diharapkan ini akan membantu meringankan penderitaan kemanusiaan yang dihadapi oleh penduduk setempat," ujar Lin, seperti dikutip AFP.


Pilihan Redaksi
  • Trump 'Masuk' Jebakan Iran: AS Bikin Masalah Baru-Susah Menang Perang
  • Iran Warning AS: Bakal Jadi "Vietnam" Jika Perang Darat Pecah
  • Breaking! Israel Klaim Bunuh Ali Larijani, Tokoh Kunci Kekuasaan Iran

Beijing, yang dikenal sebagai mitra dekat Teheran, sebelumnya juga mendesak AS dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran. Di saat yang sama, China turut mengkritik aksi balasan Iran terhadap negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Lin menegaskan China akan terus mendorong upaya damai guna menghentikan konflik yang berpotensi memperluas krisis.

"China akan terus melakukan segala upaya untuk mempromosikan perdamaian dan menghentikan perang... dan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari krisis kemanusiaan," katanya.

Upaya diplomasi juga terus dilakukan Beijing. Utusan khusus China untuk Timur Tengah, Zhai Jun, diketahui telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi guna membahas langkah de-eskalasi konflik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menilai perang tersebut seharusnya dapat dihindari sejak awal dan menyerukan penghentian pertempuran.

Di sisi lain, dinamika geopolitik turut memengaruhi hubungan global. Presiden AS Donald Trump dilaporkan menunda kunjungan ke Beijing seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Gedung Putih juga disebut mendesak China membantu membuka kembali Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Jalur ini dilaporkan sempat ditutup oleh Iran sebagai respons atas serangan dari AS dan Israel, sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.


(tfa/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kondisi Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Geopolitik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Catat Rasio Klaim Asuransi Kredit Masih Tinggi di Awal 2026
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tim VR46 Milik Valentino Rossi Siapkan Rencana Cerdik untuk Hadapi Regulasi Baru di MotoGP 2027
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Mundurnya Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Buat Retak di Internal Trump
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
AS-Israel Kompak "Gebuki" Iran, Teheran Ternyata Simpan Kejutan
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Arus Mudik Padat di Tol Japek, One Way KM 70–KM 263 Diberlakukan Sore Ini
• 18 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.