Harga Minyak Bisa Tembus Rp1,6 Juta per Barel, Golkar Nilai Langkah Bahlil Tepat

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global mendorong Partai Golkar mendukung langkah diplomasi energi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Forum Indo-Pasifik Jepang.

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menilai penguatan kerja sama energi antarnegara di kawasan Indo-Pasifik menjadi respons strategis yang tepat waktu.

Menurut Abdul Rahman, kawasan Indo-Pasifik secara geografis berada relatif jauh dari dampak langsung ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sehingga posisinya menguntungkan untuk membangun ekosistem energi yang lebih stabil.

Kawasan ini dinilainya memiliki potensi besar, mulai dari eksplorasi sumber daya energi, penguatan industri migas, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan.

Blokade Selat Hormuz serta ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah disebut Abdul Rahman berpotensi menghambat pasokan minyak global secara signifikan.

Kondisi itu, menurutnya, bisa mendorong harga minyak dunia menembus angka 100 dolar AS atau sekitar Rp1.640.000 per barel.

Baca Juga: Indonesia Incar Minyak Rusia yang Lebih Murah, Sanksi AS Jadi Batu Sandungan

"Langkah yang ditempuh Menteri Bahlil ini bukan hanya untuk memitigasi dampak risiko dari konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel, tetapi juga bagaimana negara-negara Indo-Pasifik bisa bertahan sekaligus memperoleh manfaat bersama di tengah ketegangan geopolitik dunia," kata Abdul Rahman Farisi dikutip dari ANTARA, Selasa (17/3/2026).

Abdul Rahman, yang sebelumnya merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, mengingatkan bahwa hampir semua negara belum sepenuhnya siap menghadapi lonjakan harga minyak di level tersebut karena dampak sistemiknya sangat luas.

Ekonomi global yang belum pulih penuh sejak pandemi dinilainya akan semakin terbebani jika tekanan dari sektor energi turut menghantam.

Kolaborasi yang terjalin melalui forum Indo-Pasifik juga dinilai berpotensi memperkuat supply chain energi kawasan sekaligus membuka peluang investasi dan transfer teknologi yang lebih luas bagi Indonesia.

Baca Juga: Soal Opsi WFH Guna Tekan BBM, Bahlil Bilang Begini

Abdul Rahman berharap kerja sama ini dapat menciptakan kondisi positive-sum game, yakni situasi di mana semua negara yang terlibat memperoleh manfaat bersama.

"Kami mendukung penuh diplomasi Menteri Bahlil yang mendorong memperkuat kerja sama interregional antarnegara Indo-Pasifik karena secara geografis posisi Indo-Pasifik relatif lebih jauh dari dampak langsung konflik Amerika Serikat, Israel dan Iran," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1.300 Peserta Mudik Gratis KRI Semarang Tiba di Pelabuhan Tanjung Gudang
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Sesi Siang Terapresiasi 1,14% ke 7.102, EXCL, UNVR dan AMMN Top Gainers LQ45
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Emas Pegadaian Turun Lagi! Galeri24 Susut Rp11.000 per Gram Hari Ini
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Sosok Aipda Mariono, Polisi Penggerak Pendidikan di Pedalaman Riau
• 19 jam laludetik.com
thumb
"Car Free Night" saat malam takbiran masih tunggu hasil sidang isbat
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.