Sosok Aipda Mariono, Polisi Penggerak Pendidikan di Pedalaman Riau

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Aipda Mariono ingin anak-anak di daerah transmigrasi di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mendapatkan pendidikan yang layak. Bhabinkamtibmas Desa Sungai Langsat itu mendirikan kelas jauh sekolah dasar (SD) hingga pondok pesantren tahfiz.

Atas pengabdiannya itu, Aipda Mariono diusulkan oleh warga Kuansing, Juprison, untuk Hoegeng Awards 2026. Berikut testimoni Juprison tentang Aipda Mariono:

Alasan mengajukan: Beliau mendirikan kelas jauh sekolah dasar pada tahun 2010 dan mendapatkan sertifikat satu Indonesia Award bidang pendidikan tingkat provinsi. Pada tahun 2021 beliau berinovasi dengan mendirikan pondok pesantren tahfiz Qu'ran dan berjalan sampai dengan saat ini dengan santri berjumlah 65 di kelas TPQ. Mendukung program Green Policing dengan mendapatkan apresiasi dari Bapak Kapolda Riau.

detikcom kemudian mendalami usulan yang disampaikan oleh Juprison (42). Juprison mengatakan Aipda Mariono menginisiasi pembangunan kelas jauh SD di Sawah Godang, Desa Logas, Kuansing.

"Anak-anak di situ kan memang jauh di kampung, akses di lokasi perkebunan (sawit) sehingga tidak mudah untuk menjangkau sekolah dasar utamanya, makanya Pak Mariono itu dia mendirikan kelas jauh sekolah yang ada di perkebunan itu," kata Juprison kepada detikcom, Senin (2/3/2026).

Kelas jauh ini menginduk ke SD Negeri 2 Logas. Pada pertama pendirian, siswa di kelas jauh SD ini terdiri dari dua kelas dengan belasan siswa. Kini kelas jauh ini telah menyediakan kelas 1 sampai kelas 6.

Baca juga: Kombes Arsal, Komandan Tim Cobra yang Sempat Dicalonkan Warga Jadi Bupati

Juprison mengatakan Aipda Mariono juga peduli terhadap pendidikan agama anak-anak setempat. Aipda Mariono mendirikan pondok pesantren tahfiz di Desa Sungai Langsat.

"Dia membaur dengan masyarakat, bahkan dari nol dia turut, ikut mendirikan dan men-support, saya pernah beberapa kali ke pondok beliau. Ada sekitar belasan santri terus berkembang," jelasnya.

Aipda Mariono peduli pendidikan anak di Kuansing, Riau Foto: dok. Istimewa

Di bidang olahraga, Aipda Mariono juga mengajak anak-anak setempat untuk bergaung dengan akademi voli. Lapangan voli juga dibangun oleh Aipda Mariono.

"Dia selama ini polisi yang aktif di masyarakat, membaur, dan saling support. Selain itu, di dunia olahraga beliau ini juga membina klub voli, klub sepakbola, termasuk tradisi di Kuansing ini pacu jalur, dia ini salah satunya," kata Juprison.

Juprison sudah mengenal Aipda Mariono sejak tahun 2009. Wirausahawan itu menyebut Aipda Mariono adalah Bhabin yang sangat dekat dengan warga binannya.

"Dia itu menyamaratakan pergaulan dengan masyarakat, tidak membeda-bedakan, baik itu orang kaya, orang miskin, atau petani atau pejabat sama aja di mata dia. Pandai dia membawa diri, kalau dia bersama petani dia jadi petani. Dia tidak segan-segan bajunya kotor dengan petani," ucap dia.

Selain itu, Aipda Mariono juga dikenal dengan sosok yang peduli lingkungan. Dia membangun bank pohon di lingkungan Desa Sungai Langsat sejak 2021 hingga mendapatkan penghargaan dari Kapolda Riau karena mendukung program Green Policing.

"Green Policing ini kan program andalan Polda Riau, setiap anggota aktif, umpamanya ada anggota ulang tahun, ada masyarakat ulang tahun kadonya harus pohon, dia aktif untuk itu, bahkan dia turut menggalakkan kegiatan menanam pohon itu bahkan dia mendapat hadiah umrah juga kemarin kan," jelas dia.

Aipda Mariono peduli pendidikan anak hingga buka akademi voli di Kuansing, Riau. (Foto: dok. Istimewa)
Bangun Kelas Jauh SD di Daerah Terpencil

Aipda Mariono mulai pembangunan kelas jauh ini pada tahun 2010 saat masih berdinas sebagai Anggota Sat Intelkam Polsek Logas Tanah Darat. Saat itu, ada pembukaan lahan baru untuk perumahan warga di Dusun Sawah Godang.

"Waktu itu kebetulan pembukaan lahan baru. Kita menengok anak-anak itu kan putus sekolah karena orang tuanya berkebun, bekerja, mau ikut bapak ibunya mau sekolah jauh sekali, nggak terjangkau, berjam-jam ke sekolah dasar itu nggak mungkin. Dia umurnya usia sekolah," kata Mariono kepada detikcom.

Aipda Mariono dirikan kelas jauh SD di Riau (Foto: dok. Istimewa)

Mariono membicarakan idenya tersebut dengan masyarakat setempat. Dia pun membangun kelas jauh SD di atas lahan pribadi dan lahan temannya yang kemudian dihibahkan.

"Kita buatkan dari papan kita bangunkan 3 lokal. Dua untuk lokal anak belajar, 1 lokal itu gurunya. Kalau sekarang udah permanen, udah dibangun setelah saya pindah tugas, dikelola secara independen masyarakat sekitar dan udah keluar dana BOS juga," kata Mariono.

Kelas jauh sekolah dasar ini ada di bawah naungan SDN 2 Logas. Anak-anak akan mendapatkan ijazah SD setelah lulus nantinya. Pada awal pendiriannya, kelas jauh SD ini hanya memiliki 15 siswa terdiri dari kelas 1 dan 2 SD.

"Mirip-mirip film Laskar Pelangi saya pada saat itu. Saya sampaikan sama wali murid itu 'jangan ragu karena tamatan kita ini negeri, ujian nanti ikut ke negeri sana, nanti kalau melanjutkan pendidikan ke mana saja diterima, kita negeri kok', saya yakinkan seperti itu," ucap dia.

Dalam pembangunan sekolah ini, Mariono juga menggandeng Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Logas Tanah Darat. Saat ini, kelas jauh SD tersebut telah dikelola secara mandiri dan memiliki 6 kelas.

"Gurunya waktu itu ada yang sukarelawan digaji dengan dana BOS itu, dan juga iuran wali murid, entah Rp 50 ribu, tepatnya saya kurang apa kan, karena setelah aktivitas berjalan saya pindah tugas, saya serahkan sama waktu itu saya serahkan ke masyarakat. Waktu pertama itu 2-3 guru. Kalau sekarang sudah maju, udah banyak tamatan sekolahnya kan," ucap dia.

Dirikan Kelas Jauh Pakai Dana Pribadi

Aipda Mariono mendirikan kelas jauh SD ini menggunakan dana pribadi. Pada awal proses pembangunan dia menghabiskan dana sekitar Rp 15 juta.

"Dana kita pribadi dulu pertamanya, waktu itu kan, kayu mudah mencarinya. Saya waktu itu nominalnya untuk kayu aja sekitar sekitar hampir Rp 10 jutaan, selebihnya dananya sifatnya angsur-angsur, kadang-kadang ada gotong royong masyarakat juga, tapi kurang lebih nggak lebih dari Rp 15 jutaan," ucap dia.

Kelas jauh SD ini berada di daerah pedalaman Kuantan Singingi. Akses ke lokasi cukup jauh, jalan ke lokasi juga masih tanah.

"Sangat terpencil, untuk perjalanan ke sana ya butuh proses, apalagi kalau musim hujan, sangat terpencil, nggak gunung kali tapi kalau hujan ya jalannya lumayan," ucap dia.

Aipda Mariono dirikan kelas jauh SD di Riau (Foto: dok. Istimewa)

Atas pembangunan kelas jauh SD ini, Aipda Mariono mendapatkan penghargaan dari SATU Indonesia pada tahun 2017.

"Tahun 2017 dari kelas jauh itulah saya mendapatkan SATU Indonesia Award tingkat provinsi bidang pendidikan. Waktu sudah berjalan lebih dari 5 tahun program itu, jadi saya dapat penghargaan," jelasnya.

Dirikan Pondok Pesantren Tahfiz-Akademi Voli

Pada tahun 2015, Aipda Mariono ditugaskan sebagai Bhabinkamtibmas Desa Sungai Langsat. Di desa ini, Aipda Mariono mendirikan pondok pesantren tahfiz, bank pohon hingga akademi voli.

"Jadi situ konsepnya, lahan kita kan 1,1 hektare. Jadi paling depan untuk usaha pribadi, usaha sembako. Lalu ada sebagian sekitar 10 sampai 15 rumah warga, saya hibahkan sama masyarakat, biar jadi komunitas membangun di situ. Ada pondok pesantren itu, ada fasilitas olahraga saya bikin, bola voli," kata Mariono.

Santri TPQ yang didirikan Aipda Mariono di Kuansing, Riau (Foto: dok. Istimewa)

Aipda Mariono membangun kompleks ini sebagai bentuk kehadiran di tengah-tengah masyarakat. Saat ini, pondok tahfiz baru berfungsi sebagai Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), sementara kelas masih dalam proses pembangunan.

"Sekarang program belum berjalan maksimal, baru TPQ yang sudah berjalan. Untuk pemondokannya anak-anak kita belum dipondokkan karena fasilitas belum memadai, karena masih baru musala dan bangunan 3 lokal masih tahap pembangunan," kata Mariono.

Pondok pesantren tahfiz ini sudah mendapatkan surat izin pendirian dari Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2021. Sejauh ini, ada 65 santri yang belajar di TPQ.

"Belajar setelah salat asar, anak-anak kan umurnya masih sekolah dasar, dari TK sampai kelas 6 SD, nggak dibebani pembelajaran yang intens, enggak, yang penting dia menyenangi dengan Al-Qur'an," ucap dia.

"Untuk gurunya tetap yang satu kita ngasih insentif, kita kasih sekitar 1,5 juta. Kalau guru pendampingnya itu sifatnya kalau dari saya pribadi nggak rutin setiap bulan, tapi saya berbentuk sembako, kita kasih penyemangat," kata dia.

"Untuk guru insentifnya Rp 200 ribu untuk 7 orang, sama dari saya yang Rp 1,5 itu untuk ustaz," imbuhnya.

Sementara itu, orang tua santri juga memberikan iuran sebesar Rp 1 ribu per hari. Kesepakatan ini hasil dari rapat wali murid dengan yayasan.

"Kalau untuk dari iuran dari wali murid itu kemarin 10 ribu/bulan, sekarang ini kalau nggak salah Rp 1 ribu sehari. Wali murid yang minta malahan, waktu ada rapat dengan pengurus yayasan jadi wali murid meminta tambah Rp 1 ribu per hari. Dari wali murid nggak kita minta nggak kita larang," jelasnya," ucap dia.

Aipda Mariono bergerak di bidang pendidikan ini karena termotivasi pada pengalaman waktu kecil. Saat itu, dia kesulitan akses pendidikan karena tinggal di wilayah transmigrasi.

"Jadi memori waktu kecil itu mempengaruhi kita, saya (tinggal) di transmigrasi di Riau kan transnya jauh-jauh, waktu itu fasilitas untuk keagamaan jarang, jauh-jauh, jadi kadang kadang baca surat kadang-kadang lupa, saya kepengin anak-anak itu jangan sampai kayak kita," ucap dia.

Bagi Mariono, pendidikan dan ilmu agama penting untuk bekal anak-anak. Dia ingin anak-anak mencintai Al-Qur'an sejak dini.

"Anak-anak itu selain dari segi mental nanti terbentuk, jadi nanti kesehatannya juga terbentuk, jadi untuk usia remajanya kita berdirikan sekolah voli. Saya punya akademi voli juga, jadi dia mencintai olahraga, terhindar dari yang namanya kenakalan remaja, otomatis menyangkut dengan tugas kepolisian kita, jadi tugasnya lebih ringan," ucap dia.

Saat ini ada sekitar 30 anak yang tergabung dalam akademi voli yang dibentuk oleh Aipda Mariono. Mereka bisa bergabung dan mendapatkan fasilitas secara gratis.

"Kalau sore-malam latihan, ada pelatihnya yang berlisensi provinsi, kita sekolahkan pelatihnya dulu baru kita dirikan akademinya biar bisa nanti mengikuti turnamen resmi di Pemda dan Pemprov. Saya juga hobi voli, saya juga mantan atlet," ucap dia.

Mariono mengatakan lapangan voli ini berada di dekat pesantren tahfiz. Tim voli kerap kali mengikuti kejuaraan lokal dan beberapa kali mendapatkan piala.

"Lapangan kita sediakan walaupun saat ini belum dicor, kalau malam ada lampu. Kita dukung semuanya, walaupun ada akademi yang lain juga, tapi saling dukung ada. Untuk tingkat umur 17 nanti untuk dibawa ke pusat nanti kita dukung juga," katanya.

Lapangan voli yang dibangun Aipda Mariono untuk anak-anak di Kuansing, Riau (Foto: dok. Istimewa)

Biaya pembangunan pesantren tahfiz hingga lapangan voli ini menghabiskan dana Aipda Mariono sekitar Rp 100 juta. Pembangunan dilakukan secara bertahap.

"Saya nggak mencatat, tapi seandainya ratusan mungkin sudah, tapi saya nggak mencatat, ada rezeki, ada kebun sedikit, ada usaha sembako. Untuk membantu tadi, kalau kita nggak ada perkebunan nanti operasionalnya terganggu," ucap dia.

Dukung Program Green Policing

Pada lahan dekat pesantren tahfiz ini, Aipda Mariono juga membangun bank pohon. Program ini sudah dirintisnya sejak tahun 2021.

"Ada tanaman juga, kita tujuan dari 2021 itu saya sampaikan dilarang tanaman di luar tanaman pohon, jadi tanaman buah-buahan, matoa, tanaman jengkol, tanaman kehutanan biar terjadi penghijauan," ucap dia.

Atas aksinya dalam program penghijauan ini, Aipda Mariono mendapatkan penghargaan dari Kapolda Riau karena mendukung program Green Policing.

"Alhamdulillah tahun 2025 kemarin itu ada program Pak Kapolda kita terpilih dengan kegiatan yang 2021 kita rencanakan itu, kita nggak ada niatan dapat hadiah. Kita dapat hadiah umrah dari Pak Kapolda," pungkasnya.

Aipda Mariono gagas bank pohon di Kuansing (Foto: dok. Istimewa)



(lir/knv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG ingatkan potensi banjir rob saat libur Lebaran di NTB
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
MK Nyatakan Gugatan Roy Suryo Cs Tidak Jelas di Kasus Ijazah Jokowi
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Muhammadiyah Idul Fitri 20 Maret, Imbau Muslim di Bali Tak Takbir Keliling
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Perang Memanas! Iran Pertama Kali Luncurkan Rudal Sejjil ke Israel
• 18 jam laludetik.com
thumb
Tim Advokasi Desak Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen untuk Kasus Andrie Yunus
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.