Pantau - Perum Bulog memberangkatkan 709 peserta program mudik gratis menggunakan 15 unit bus menuju 15 daerah tujuan di Indonesia dari total kuota 750 orang pada Selasa 17 Maret 2026 di Jakarta.
Pelepasan Mudik dan Tujuan PerjalananPelepasan program mudik gratis tersebut dilakukan di halaman Kantor Perum Bulog di Jakarta sebagai bagian dari dukungan kelancaran angkutan Lebaran.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif Badan Pengelola BUMN dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.
"Sore hari ini, Bulog melaksanakan (pelepasan) program mudik bersama. Program mudik bersama ini menindaklanjuti program yang dibuat juga oleh (BP) BUMN," ungkapnya.
Rute tujuan mudik meliputi Semarang, Purwokerto, Wonosari, Purwodadi, Cilacap, Yogyakarta, Klaten, Wonosobo, Purwantoro, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Malang, Metro Lampung, dan Palembang.
Fasilitas dan Tujuan Sosial ProgramProgram ini menjadi kontribusi Bulog dalam membantu masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, agar dapat pulang kampung secara gratis.
"Menjelang Hari Raya Idul Fitri, jutaan masyarakat Indonesia memiliki kerinduan yang sama, yaitu pulang ke kampung halaman untuk bertemu orang tua, sanak saudara, dan sahabat tercinta," ujarnya.
"Sehingga mudik bukan sekadar perjalanan dari satu kota ke kota lain, tetapi juga perjalanan batin yang mempererat silaturahmi dan kebersamaan dalam keluarga," ia menambahkan.
Selain menyediakan transportasi, peserta juga mendapatkan perlengkapan perjalanan seperti kaos, topi mudik, goodiebag, payung, travel kit, obat-obatan perjalanan, serta konsumsi makanan ringan dan minuman berbuka puasa.
"Program ini merupakan bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum Bulog yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," jelasnya.
Pelaksanaan program ini mengacu pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik melalui Program TJSL yang terintegrasi, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Peserta mudik berasal dari berbagai kalangan, mulai dari internal Bulog, masyarakat sekitar, guru, mahasiswa, hingga buruh.
"Untuk pesertanya beragam baik internal dari Bulog, seputaran wilayah Bulog, termasuk guru-guru, anak-anak mahasiswa, kemudian kalangan buruh dan lain sebagainya juga ada," ungkapnya.
Bulog berharap program ini dapat menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, serta membawa kebahagiaan bagi masyarakat.




