Pelepasan delapan gerbong kereta tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) pada Selasa (17/3) malam, dengan rute pantura dari Jakarta hingga Semarang.
"Alhamdulillah, hari ini kita purna dalam memberangkatkan mudik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Ia menyebut para peserta mudik berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Pekalongan, Brebes, Tegal, Kendal, Semarang, hingga Pati. Menurutnya, program ini bukan sekadar fasilitas transportasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para perantau untuk berkumpul kembali dengan keluarga, termasuk pemudik disabilitas yang turut difasilitasi.
Di stasiun tujuan, Pemprov Jateng juga menyiapkan tim medis guna mengantisipasi kebutuhan kesehatan pemudik setelah perjalanan panjang. Gus Yasin turut mengingatkan pemudik untuk memastikan kondisi rumah tetap aman serta menjaga kesehatan selama perjalanan di bulan Ramadan.
Salah satu peserta, Uyung Lestari (40) yang merupakan seorang pekerja swasta asal Pati, mengaku baru pertama kali mengikuti program mudik gratis bersama keluarga. Ia menilai program ini sangat membantu dari sisi biaya.
"Kalau tidak ikut ini, bisa habis sekitar Rp500 ribu per orang. Empat orang hampir Rp2 juta. Jadi sangat membantu," ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Asharudin (32), pekerja bengkel asal Kendal yang bekerja di Tangerang. Ia mengetahui program tersebut dari rekan kerja dan berhasil mendapatkan kuota setelah mendaftar secara online.
"Daftarnya online dan rebutan. Saya kebetulan dapat. Sangat membantu," katanya.
Ia pun berharap, ke depan kuota program mudik gratis dapat ditambah karena tingginya minat masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga telah memberangkatkan 648 pemudik menggunakan KA Jaka Tingkir dari Stasiun Pasar Senen menuju Solo pada siang hari. Dengan keberangkatan terakhir ini, rangkaian program mudik gratis Pemprov Jawa Tengah tahun 2026 resmi berakhir.
(akn/ega)





