Porsi SRBI Makin Susut, Kini Sisa Rp831,55 Triliun

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penguatan kebijakan moneter Bank Indonesia terus ditempuh untuk makin memperkuat stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan salah satu caranya adalah dengan ekspansi likuiditas rupiah melalui penurunan posisi instrumen SRBI.

"Penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp831,55 triliun pada 13 Maret 2026," ucap Perry dalam Konferensi Pers RDG BI pada Selasa (17/3/2026).


Baca: BI Turunkan Batas Pembelian Dolar US$50 Ribu/Bulan, Ini Alasannya

Susutnya SRBI tersebut diiringi oleh aksi Bank Indonesia membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga 16 Maret 2026) mencapai Rp86,16 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp46,72 triliun.

"Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter," tutur Perry.


(ras/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: BI Tetapkan Obligasi SMF Jadi Underlying Asset Transaksi Repo

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rapor Pengguna Mobile Banking Sepanjang 2025: BRI (BBRI) Tempati Posisi Puncak
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
116 Ribu Lebih Peserta Mudik Gratis BUMN 2026 Sudah Diberangkatkan
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Tambah 35 Kapal, Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Susut dari 20 Km Jadi 8 Km Jelang Nyepi dan Mudik Lebaran
• 1 jam laludisway.id
thumb
28 Persen Kendaraan Keluar dari Jakarta, Kakorlantas: Arus Mudik Terkendali
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kapuspen Sebut TNI Lakukan Penyelidikan Internal soal Dugaan Penyiraman AIr Keras Aktivis KontraS
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.