Bunga Tabur dan Air Mawar Bagian Tak Terpisahkan Saat Ziarah Lebaran

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tradisi ziarah kubur kembali menjadi bagian dari aktivitas banyak keluarga di Jakarta menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Bagi sebagian peziarah, bunga tabur masih dianggap sebagai pelengkap yang tidak terpisahkan dari ritual mendoakan keluarga yang telah meninggal.

Abi (45), seorang pegawai swasta asal Jakarta Barat, mengaku hampir selalu menyempatkan diri datang ke makam orang tuanya setiap menjelang Lebaran.

Di tangannya, terlihat satu kantong bunga tabur dan sebotol air mawar yang baru dibelinya dari pedagang di pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat.

“Setiap tahun kami hampir selalu ziarah sebelum Lebaran. Biasanya dua atau tiga hari sebelum hari raya,” ujar Abi saat ditemui di lokasi, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Makna di Balik Bunga Tabur, Simbol Rindu dan Kenangan Saat Ziarah Lebaran

Menurut dia, ziarah menjadi cara keluarga mengenang orangtua yang telah meninggal sekaligus mendoakan mereka.

“Biasanya kami datang, bersihkan makam, lalu baca doa dan tabur bunga. Rasanya lebih tenang saja setelah ziarah,” kata Abi.

KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Deretan botol hijau berisi air mawar dan bungkusan plastik bunga mawar merah-putih tertata rapi di TPU Karet, Jakarta.

Abi mengaku hampir selalu membeli bunga tabur dari pedagang di sekitar TPU karena lebih praktis.

“Kalau ke TPU biasanya memang beli bunga di sini. Selain praktis, ya sekalian membantu pedagang juga,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Vitra (36), ibu rumah tangga asal Jakarta Pusat yang datang bersama keluarganya untuk berziarah ke makam kakeknya.

Ia terlihat membawa dua kantong bunga tabur yang dibeli dari pedagang di sekitar pintu masuk pemakaman.

“Biasanya sebelum Lebaran kami sekeluarga datang ke makam kakek untuk berdoa dan tabur bunga,” kata Vitra.

Menurut dia, membawa bunga tabur saat ziarah sudah menjadi kebiasaan yang diwariskan dari orang tua.

“Dari dulu memang begitu, kalau ziarah bawa bunga. Walaupun sekarang ada yang hanya doa saja, tapi kami tetap bawa bunga karena sudah jadi kebiasaan,” ujar Vitra.

Baca juga: Dua Dekade Jual Bunga, Nenek Marsini Menanti Peziarah Saat Lebaran

Vitra menilai keberadaan pedagang bunga di sekitar TPU juga membantu peziarah yang datang tanpa membawa bunga dari rumah.

“Kalau pedagang bunga di sini menurut saya membantu juga. Jadi peziarah yang datang bisa langsung beli tanpa repot bawa dari rumah,” kata dia.

Sementara itu, Yamin (52), seorang wiraswasta asal Jakarta Pusat, mengatakan bunga tabur sudah identik dengan suasana ziarah di makam.

“Kalau saya biasanya memang beli bunga di sini saja. Lebih praktis karena langsung tersedia di pintu masuk,” kata Yamin.

Menurut dia, pedagang bunga yang berjualan di sekitar TPU juga sudah menjadi bagian dari tradisi ziarah.

“Kalau ziarah rasanya memang identik dengan bunga tabur. Jadi pedagang bunga di sekitar makam ini sudah seperti bagian dari tradisi juga,” ujar dia.

Yamin juga mengatakan jumlah peziarah biasanya meningkat menjelang Lebaran sehingga pedagang bunga di sekitar pemakaman terlihat lebih ramai dibanding hari biasa.

“Kalau mau Lebaran biasanya memang lebih ramai. Pedagang bunga juga jadi lebih banyak. Tapi menurut saya wajar saja karena banyak orang datang ziarah,” kata dia.

Baca juga: Tradisi Ziarah Jelang Lebaran Jadi Sumber Rezeki Pedagang Bunga di TPU Karet

Ia menambahkan, membeli bunga dari pedagang sekitar TPU juga menjadi cara sederhana untuk membantu mereka mencari penghasilan.

“Ya sekalian membantu mereka juga cari rezeki. Apalagi kalau lagi ramai seperti menjelang Lebaran,” ujarnya.

Pedagang bunga mengandalkan momen ziarah

Di bawah rindangnya pepohonan di pintu masuk TPU Karet Pasar Baru Barat, sejumlah pedagang bunga terlihat menata dagangan mereka di atas gerobak sederhana.

Puluhan botol kaca berisi air mawar berjajar rapi di atas meja.

Di sampingnya, kantong-kantong plastik berisi campuran kelopak bunga merah, putih, dan kuning digantung di tiang gerobak agar mudah dijangkau pembeli.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pantauan Kompas.com di lokasi, para pedagang mulai membuka lapak sejak pagi hari untuk melayani peziarah yang datang ke area pemakaman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
One Way Nasional Tak Berlaku Sepanjang Hari, Simak Waktunya Saat Puncak Arus Mudik
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sumbar Jelang Lebaran 2026
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bahlil Pastikan Pasokan Energi Aman di Tengah Perang: Ada Perkembangan Positf dari Hormuz
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Waskita Toll Road Pastikan Tol Pemalang–Batang Siap Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
• 15 jam lalukompas.com
thumb
325 Bus Mudik Gratis Antar Pemudik Tujuan Jawa Tengah
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.