KEMENTERIAN Informasi dan Penyiaran Pakistan membantah klaim otoritas Afghanistan tentang serangan terhadap pusat rehabilitasi narkoba di negara itu.
"Serangan Pakistan dilakukan dengan tepat dan direncanakan dengan cermat untuk meminimalkan kerusakan tambahan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
"Distorsi fakta ini, yang disajikan sebagai serangan terhadap pusat rehabilitasi narkoba, bertujuan untuk memicu ketegangan dan menyembunyikan dukungan ilegal terhadap terorisme lintas batas," imbuh mereka.
Baca juga : Serangan Udara di Kabul Hantam Pusat Rehabilitasi Narkoba, Puluhan Korban Jiwa Tewas
Serangan presisi tersebut, kata mereka, dilakukan terhadap sasaran militer dan infrastruktur pendukung teroris, termasuk gudang berisi peralatan teknis dan amunisi milik Taliban Afghanistan dan Fitna al-Khawarij di Kabul dan Nangarhar, yang telah digunakan untuk melawan penduduk sipil Pakistan, imbuh pihak berwenang.
"Ledakan amunisi yang disimpan dan digunakan oleh para pelaku teroris utama juga sepenuhnya membantah klaim palsu ini," imbuh pernyataan itu.
Pada Senin (16/3) malam, TOLOnews plus melaporkan bahwa ledakan dan tembakan terdengar di berbagai bagian Kabul. Juru bicara pemimpin tertinggi Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sementara itu, wakil juru bicara pemimpin tertinggi Afghanistan, Hamdullah Fitrat, mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Pakistan terhadap Afghanistan telah mencapai 400 orang, dengan 250 lainnya luka-luka. (Ant/P-3)





