Tokyo (ANTARA) - Shigeaki Mori (88), sejarawan sekaligus penyintas bom atom yang bertemu mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada 2016 dalam kunjungan ke Hiroshima, meninggal dunia pada akhir pekan di sebuah rumah sakit di kota tersebut, demikian keterangan keluarga mendiang, Selasa.
Mori dikenal luas atas upayanya selama puluhan tahun dalam meneliti dan mengidentifikasi 12 tawanan perang AS yang tewas dalam pengeboman dengan bom atom oleh AS yang menghancurkan Hiroshima pada tahap akhir Perang Dunia II. Ia sendiri selamat dari ledakan tersebut saat berusia delapan tahun.
Namanya mendapat perhatian dunia melalui momen emosional ketika ia berpelukan dengan Obama, yang menjadi presiden AS pertama yang sedang menjabat yang mengunjungi Hiroshima.
Obama dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2009 atas komitmennya untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.
Mori menulis buku berjudul The Secret History of the American POWs Killed by the Atomic Bomb yang diterbitkan pada 2008, berdasarkan dokumen resmi AS dan Jepang mengenai belasan tentara AS yang tewas akibat bom atom tersebut.
Penelitiannya tentang tawanan perang Amerika, yang dilakukan saat ia bekerja di sebuah perusahaan, mengantarkannya meraih Penghargaan Kikuchi Kan, salah satu penghargaan budaya bergengsi di Jepang, pada 2016.
Pengeboman dengan bom atom oleh AS di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan di Nagasaki tiga hari kemudian diperkirakan menewaskan sekitar 210.000 orang hingga akhir tahun tersebut.
Jepang menyerah enam hari setelah pengeboman Nagasaki, yang sekaligus mengakhiri Perang Dunia II.
Sumber: Kyodo-OANA
Baca juga: Penyintas bom atom kecam upaya PM Jepang revisi prinsip non-nuklir
Baca juga: Penyintas bom atom desak PM Takaichi teguh pada prinsip antinuklir
Mori dikenal luas atas upayanya selama puluhan tahun dalam meneliti dan mengidentifikasi 12 tawanan perang AS yang tewas dalam pengeboman dengan bom atom oleh AS yang menghancurkan Hiroshima pada tahap akhir Perang Dunia II. Ia sendiri selamat dari ledakan tersebut saat berusia delapan tahun.
Namanya mendapat perhatian dunia melalui momen emosional ketika ia berpelukan dengan Obama, yang menjadi presiden AS pertama yang sedang menjabat yang mengunjungi Hiroshima.
Obama dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2009 atas komitmennya untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.
Mori menulis buku berjudul The Secret History of the American POWs Killed by the Atomic Bomb yang diterbitkan pada 2008, berdasarkan dokumen resmi AS dan Jepang mengenai belasan tentara AS yang tewas akibat bom atom tersebut.
Penelitiannya tentang tawanan perang Amerika, yang dilakukan saat ia bekerja di sebuah perusahaan, mengantarkannya meraih Penghargaan Kikuchi Kan, salah satu penghargaan budaya bergengsi di Jepang, pada 2016.
Pengeboman dengan bom atom oleh AS di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan di Nagasaki tiga hari kemudian diperkirakan menewaskan sekitar 210.000 orang hingga akhir tahun tersebut.
Jepang menyerah enam hari setelah pengeboman Nagasaki, yang sekaligus mengakhiri Perang Dunia II.
Sumber: Kyodo-OANA
Baca juga: Penyintas bom atom kecam upaya PM Jepang revisi prinsip non-nuklir
Baca juga: Penyintas bom atom desak PM Takaichi teguh pada prinsip antinuklir





