Waspada Campak Jelang Lebaran, Pakar Tekankan Pentingnya Edukasi dan Vaksinasi

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Menjelang Lebaran 2026, masyarakat diimbau mewaspadai penyebaran penyakit campak seiring meningkatnya mobilitas dan interaksi saat mudik serta silaturahmi.

Irwanto Pakar Kesehatan Anak Universitas Airlangga (Unair) mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit menular dengan risiko tinggi, terutama bagi anak-anak dan kelompok dengan imunitas lemah.

Menurutnya, lonjakan aktivitas di ruang publik saat Lebaran bisa saja mempercepat penularan jika masyarakat tidak waspada terhadap gejala awal.

“Sebelum seseorang mengidentifikasi dirinya terkena campak atau tidak, sebaiknya pastikan lebih dulu apakah terdapat beberapa gejala campak yang timbul seperti batuk pilek yang disertai ruam merah spesifik di belakang leher dan demam tinggi,” katanya pada Selasa (17/3/2026).

Ia mengatakan, campak dapat menular melalui droplet atau percikan cairan saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara, serta melalui kontak langsung.

“Campak merupakan penyakit menular yang berisiko tinggi sampai pada kematian. Jadi, ketika ada seseorang yang positif terinfeksi sebaiknya ia segera mengisolasi diri dari ruang publik dan kelompok rentan seperti anak-anak,” ucapnya.

Irwanto menambahkan, risiko penularan akan semakin tinggi pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak-rubella (MR), mengingat sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang.

Dengan kondisi itu, ia berharap masyarakat tidak mengabaikan langkah pencegahan, terutama di tengah momentum Lebaran yang identik dengan kerumunan.

“Kami terus berupaya meningkatkan edukasi di masyarakat terkait bahaya campak dan pentingnya vaksinasi pada anak-anak sebagai solusi efektif untuk meminimalisir terjadinya wabah campak,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga melalui vaksinasi serta mengenali gejala sejak dini.

“Sekali lagi, campak bukan penyakit biasa. Risiko kematian yang menghantui sebaiknya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak lagi menganggap sepele gejala-gejala yang timbul,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Merger Moratelindo (MORA) dan MyRepublic, Nama Baru Sudah Disiapkan
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Istana Sampaikan Permintaan Maaf Soal Penumpukan Pemudik di Pelabuhan Gilimanuk
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Istana Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan DPR Dampak Perang Iran
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Negara-Negara Eropa Tolak Tuntutan Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Gubernur BI Beri Sinyal Kembali Tahan BI Rate, Tergantung Eskalasi Perang Iran
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.