Wakapolri, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, baru-baru ini menekankan pentingnya memperkuat intelektualitas di tubuh Polri.
Pernyataan tersebut disampaikannya setelah menerima sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas sejumlah buku karyanya. Ia menggarisbawahi bahwa dalam era modern ini, polisi tidak boleh hanya mengandalkan otot dan kewenangan, melainkan harus berbasis pada ilmu pengetahuan.
" Menulis bagi saya adalah cara berbagi sekaligus mengabadikan pengalaman lapangan agar dapat dirumuskan menjadi teori dan pengetahuan yang bermanfaat,” katanya dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa (17/3/26).
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di institusi kepolisian dianggap sebagai kunci untuk menjawab harapan publik yang semakin meningkat. Dengan menekankan intelektualitas, Polri diharapkan mampu memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia yang ideal akan institusi kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya.
Penguatan Riset dan Pemikiran StrategisPenguatan riset dan pemikiran strategis di Polri menjadi bagian integral dalam transformasi yang diinginkan.
Pendaftaran HAKI, menandakan bahwa transformasi Polri tidak hanya bergantung pada kemampuan operasional, tetapi juga harus memiliki landasan yang kuat dalam riset dan pemikiran strategis yang terdokumentasi secara akademis.
Selain itu, pendaftaran karya tersebut tidak hanya sebagai karya tulis biasa, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan negara terhadap ide dan pemikiran yang lahir dari pengalaman panjang di berbagai medan tugas kepolisian.
Berbagai Bidang Strategis KepolisianKomjen Pol. Dedi Prasetyo mencatat bahwa dari total 40 buku yang telah ditulis, sebanyak 39 judul diterbitkan oleh penerbit Raja Grafindo Persada, sementara satu buku lainnya diterbitkan oleh penerbit Universitas Brawijaya dengan judul Diskresi Kepolisian pada Tahap Penangkapan Tersangka Terorisme.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman lapangan harus diabadikan dalam bentuk pengetahuan agar dapat menjadi referensi bagi generasi penerus Polri.
"Sehingga generasi Polri masa kini memiliki bekal wawasan, perspektif, dan referensi untuk terus berkembang serta mampu menjawab tantangan tugas di masa depan," ucapnya.
Buku yang ditulisnya mencakup berbagai bidang strategis kepolisian. Buku-buku ini meliputi strategi keamanan kamtibmas, penanganan terorisme dan kejahatan transnasional, penguatan sumber daya manusia Polri, kebijakan publik, hingga ketahanan pangan dan mitigasi bencana.
Selain itu, ada juga karya-karya yang membahas inovasi dan adaptasi Polri terhadap perkembangan zaman, seperti pemanfaatan teknologi kepolisian dalam dinamika keamanan modern, manajemen media sebagai "cooling system" untuk menjaga stabilitas keamanan, serta reformasi internal melalui sistem meritokrasi jabatan dan pengembangan karier berbasis kompetensi.
Dengan demikian, pendekatan keamanan di Polri tidak lagi semata-mata dipahami sebagai penegakan hukum. Wakapolri menekankan bahwa keamanan juga merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.





