Tapanuli Tengah (ANTARA) - Warga penyintas bencana di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mulai memadati kios-kios yang menjajakan pakaian baru untuk digunakan di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Penumpukan pembeli sudah mulai terasa dari H-7 Lebaran kemarin itu, mayoritas memang pakaian anak-anak dan dewasa,” kata Kusuma penjaga toko pakaian itu kepada ANTARA, Selasa.
Dalam kios yang tidak terlalu besar itu, banyak menjajakan beragam kebutuhan sandang yang dapat dipilih oleh mereka mulai dari pakaian, celana, baju muslim, mainan anak hingga sandal untuk pria dan juga wanita.
Harga yang cukup terjangkau menjadi alasan masyarakat berbelanja pakaian baru di kios tersebut. Dalam papan iklan yang terpampang lebar tertulis, pakaian mulai dari Rp35 ribu dapat tiga pasang pakaian.
Oleh karena itu, kios ini laris diburu warga untuk mendapatkan pakaian baru yang nantinya akan digunakan ketika Hari Raya datang. Mayoritas pengunjung di toko ini adalah ibu-ibu dan juga anak-anak.
Baca juga: Petani Malalak di Agam panen perdana di lahan terdampak bencana
Warga penyintas bencana banjir bandang di Sumatera Utara belanja pakaian baru sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 H. (ANTARA/Chairul Rohman) Daini seorang warga Pandan yang terdampak bencana banir bandang beberapa waktu lalu, tidak ingin meninggalkan momentum ini meski di tengah kondisi yang tidak nyaman bagi sebagian orang.
Dirinya tetap memberikan hak bagi anak-anak mereka, untuk mendapatkan pakaian baru pada saat Hari Raya tiba nantinya. Kepada ANTARA, Daini mengatakan bahwa dirinya membeli pakaian baru untuk tiga anaknya.
“Kami datang ke toko ini, membelikan pakaian baru untuk tiga anak kami. Walaupun di tengah bencana ini, ketika kami ada rezeki tidak ada salahnya kami belikan anak-anak ini pakaian baru,” ujar Daini sambil melihat-lihat pakaian yang akan dipilihnya.
Baca juga: Penyintas bencana Sekumur manfaatkan kayu bekas banjir bangun perahu
Menurut pengakuannya, pakaian yang ada di dalam rumahnya 90 persen tersapu oleh banjir bandang beberapa waktu lalu. Memanfaatkan momentum Lebaran 2026, Daini membelikan pakaian layak kepada tiga anaknya yang nantinya digunakan pada saat Hari Raya.
“Waktu itu rumah kena banjir dan pakaian kami habis hanyut terbawa air. Kini, dengan adanya rezeki, dari hasil usaha kami merintis, kami berikanlah pakaian baru bagi anak-anak,” ucap dia.
Sebelumnya, Daini memiliki usaha warung makan dan juga minuman di depan kediamannya.
Saat ini, dia menjalani usaha membuka cucian motor bersama dengan suaminya di kontrakan barunya yang berlokasi Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Baca juga: Usaha seorang ibu demi baju Lebaran anak di tengah sisa banjir bandang
Baca juga: Penyintas bencana Agam bahagia, terima bantuan pangan jelang Lebaran
Baca juga: Penyintas bencana di Gayo Lues pilih bangun rumah agar bisa Lebaran
“Penumpukan pembeli sudah mulai terasa dari H-7 Lebaran kemarin itu, mayoritas memang pakaian anak-anak dan dewasa,” kata Kusuma penjaga toko pakaian itu kepada ANTARA, Selasa.
Dalam kios yang tidak terlalu besar itu, banyak menjajakan beragam kebutuhan sandang yang dapat dipilih oleh mereka mulai dari pakaian, celana, baju muslim, mainan anak hingga sandal untuk pria dan juga wanita.
Harga yang cukup terjangkau menjadi alasan masyarakat berbelanja pakaian baru di kios tersebut. Dalam papan iklan yang terpampang lebar tertulis, pakaian mulai dari Rp35 ribu dapat tiga pasang pakaian.
Oleh karena itu, kios ini laris diburu warga untuk mendapatkan pakaian baru yang nantinya akan digunakan ketika Hari Raya datang. Mayoritas pengunjung di toko ini adalah ibu-ibu dan juga anak-anak.
Baca juga: Petani Malalak di Agam panen perdana di lahan terdampak bencana
Warga penyintas bencana banjir bandang di Sumatera Utara belanja pakaian baru sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 H. (ANTARA/Chairul Rohman) Daini seorang warga Pandan yang terdampak bencana banir bandang beberapa waktu lalu, tidak ingin meninggalkan momentum ini meski di tengah kondisi yang tidak nyaman bagi sebagian orang.
Dirinya tetap memberikan hak bagi anak-anak mereka, untuk mendapatkan pakaian baru pada saat Hari Raya tiba nantinya. Kepada ANTARA, Daini mengatakan bahwa dirinya membeli pakaian baru untuk tiga anaknya.
“Kami datang ke toko ini, membelikan pakaian baru untuk tiga anak kami. Walaupun di tengah bencana ini, ketika kami ada rezeki tidak ada salahnya kami belikan anak-anak ini pakaian baru,” ujar Daini sambil melihat-lihat pakaian yang akan dipilihnya.
Baca juga: Penyintas bencana Sekumur manfaatkan kayu bekas banjir bangun perahu
Menurut pengakuannya, pakaian yang ada di dalam rumahnya 90 persen tersapu oleh banjir bandang beberapa waktu lalu. Memanfaatkan momentum Lebaran 2026, Daini membelikan pakaian layak kepada tiga anaknya yang nantinya digunakan pada saat Hari Raya.
“Waktu itu rumah kena banjir dan pakaian kami habis hanyut terbawa air. Kini, dengan adanya rezeki, dari hasil usaha kami merintis, kami berikanlah pakaian baru bagi anak-anak,” ucap dia.
Sebelumnya, Daini memiliki usaha warung makan dan juga minuman di depan kediamannya.
Saat ini, dia menjalani usaha membuka cucian motor bersama dengan suaminya di kontrakan barunya yang berlokasi Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Baca juga: Usaha seorang ibu demi baju Lebaran anak di tengah sisa banjir bandang
Baca juga: Penyintas bencana Agam bahagia, terima bantuan pangan jelang Lebaran
Baca juga: Penyintas bencana di Gayo Lues pilih bangun rumah agar bisa Lebaran





