Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau, Selasa (17/3). Sjafrie khusus mengunjungi dua galangan kapal yang dipersiapkan untuk membangun kapal-kapal perang.
Pertama, ia meninjau PT Palindo Marine Shipyard. PT Palindo, Sjafrie meninjau proses refurbishment kapal patroli tipe FPB-57.
"(Refurbishment kapal) TNI AL tipe FPB-57 saat ini menunjukkan progres signifikan. Selain itu, Palindo juga terlibat dalam pengadaan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 serta pembangunan kapal serang ringan yang mendukung kebutuhan operasional TNI AL," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait di lokasi.
Sementara pantauan di lokasi, kapal-kapal itu tengah berada pada tahap drydock. Pengerjaan di sejumlah titik masih terlihat.
Selain pengembangan kapal dalam negeri, galangan PT Palindo juga diminta berperan dalam kerja sama internasional. Khususnya dalam bidang Kapal Bantu Oseanografi.
"Termasuk kerja sama internasional dalam pembangunan kapal bantu _hydro-oceanography_ dan program transfer teknologi. Hal ini dinilai sebagai langkah penting dalam meningkatkan penguasaan teknologi nasional dan memperkuat ekosistem industri pertahanan dalam negeri," tegas Rico.
Sementara pada kunjungan kedua, Sjafrie mengecek galangan kapal PT Batamec. Di sini, tengah dibangun kapal tipe Offshore Patrol Vessel (OPV-3) untuk Kementerian Pertahanan.
"Kapal ini dirancang dengan spesifikasi modern, dilengkapi sistem radar, sensor, dan combat management system guna mendukung operasi patroli dan pengawasan wilayah laut nasional," ucap Rico.
Kunjungan Menhan ke 2 galangan kapal ini diharap bisa memberi efek lebih, selain memperkuat industri alutsista yang mandiri, juga meningkatkan perekonomian nasional.
"Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memastikan bahwa setiap program pengadaan alutsista tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memberikan multiplier effect. Dampak tersebut mencakup; penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan sektor maritim sebagai bagian dari kepentingan strategis nasional" tutup Rico.





