Tak Pangkas Dana MBG, Pemerintah Bidik Efisiensi APBN Lewat Pos Belanja Lain

katadata.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah berencana kembali mengetatkan efisiensi anggaran untuk menjaga defisit anggaran tetap berada pada batas maksimal 3% dari produk domestik bruto (PDB). Langkah tersebut merupakan respons atas konflik perang di Timur Tengah yang makin meluas.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan efisiensi anggaran lanjutan akan dilakukan lebih mendalam dengan menyisir berbagai kegiatan dan pos anggaran, sebagaimana dilakukan pada tahun lalu.

Salah satu langkah yang akan diambil adalah memperketat sejumlah pengeluaran, termasuk perjalanan dinas, terutama perjalanan dinas luar negeri. “Saya  selaku bagian ujung yang mengeluarkan izin, mau memperketat perjalanan dinas luar negeri,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan setelah mengikuti Rapat Koordinasi Program Strategis Presiden di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta pada Selasa (17/3).

Selain itu, pemerintah juga akan menyisir ulang anggaran untuk mengidentifikasi pos yang tidak produktif serta menentukan kegiatan yang dapat ditunda. Salah satunya, pembangunan gedung yang dinilai belum mendesak dan tidak mengganggu kinerja kementerian.

Di sisi lain, Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah tidak akan mengurangi anggaran untuk program-program unggulan, termasuk program makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, serta Sekolah Rakyat.

Ia mengatakan, pemerintah akan mengalihkan anggaran dari belanja yang dinilai kurang produktif atau berdampak rendah untuk memperkuat program-program yang dinilai lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Justru lebih memilih untuk mengurangi belanja-belanja yang menurut kita kurang produktif atau kurang berdampak,” kata Prasetyo Hadi.

Hal serupa juga sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia mengatakan anggaran program MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih tak akan dipangkas meski ada risiko pembengkakan defisit APBN 2026 di tengah lonjakan harga minyak dunia.

“Program unggulan tidak ada yang diubah. Semua berjalan karena itu investasi jangka panjang,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (17/3).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gibran Ingatkan Pemudik Jaga Kondisi Saat Puncak Arus Mudik 18–19 Maret 2026
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Jelang Lebaran, 5.600 Warga Terdampak Penutupan Tambang Bogor Terima Kompensasi
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Libur Lebaran, Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Mulai Hari Ini
• 10 jam laludetik.com
thumb
Ben Kasyafani Rela Kerja sampai Dekat Lebaran demi Biaya Sekolah Anak: Jangan Sampai Kita Ngga Siap
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Jaga Rupiah, BI Atur Batas Pembelian Valas Jadi USD50 Ribu
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.