Serangan Israel di Lebanon Dikhawatirkan Picu Krisis Kemanusiaan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ottawa: Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris memperingatkan bahwa rencana ofensif darat besar-besaran oleh Israel di Lebanon harus dicegah karena berpotensi menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat serius.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Senin, 16 Maret 2026, kelima negara tersebut menegaskan bahwa langkah militer semacam itu dapat memperpanjang konflik dan memperburuk situasi di kawasan.

“Ofensif darat besar oleh Israel akan menimbulkan konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan dan berpotensi memicu konflik berkepanjangan,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari AsiaOne, Selasa, 17 Maret 2026.

“Langkah tersebut harus dicegah. Situasi kemanusiaan di Lebanon, termasuk pengungsian massal yang masih berlangsung, sudah sangat mengkhawatirkan,” lanjut pernyataan tersebut

Lebanon mulai terseret dalam konflik kawasan pada 2 Maret setelah kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan ke Israel.

Kelompok tersebut menyatakan aksinya sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari pertama perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Sebagai respons, Israel melancarkan operasi militer yang menurut otoritas Lebanon telah menewaskan lebih dari 880 orang.

Lebih dari satu juta warga dilaporkan mengungsi dari tempat tinggal mereka, sementara lebih dari 130.000 orang kini berada di tempat penampungan kolektif.

Israel juga disebut telah mengancam akan melancarkan serangan dengan skala kehancuran seperti yang terjadi di Gaza.

Dalam pernyataan tersebut, kelima negara juga menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah.

Mereka mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya kekerasan di Lebanon serta menyerukan keterlibatan serius dari pihak Israel dan Lebanon untuk mencapai solusi politik yang berkelanjutan.

“Kami sangat prihatin dengan eskalasi kekerasan di Lebanon dan menyerukan keterlibatan yang berarti dari perwakilan Israel dan Lebanon untuk merundingkan solusi politik yang berkelanjutan,” demikian pernyataan itu.

“Kami sangat mendukung berbagai inisiatif untuk memfasilitasi perundingan dan mendesak dilakukannya de-eskalasi segera,” tambah pernyataan itu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Libur Lebaran, Menpar Tinjau Kawasan Blok M
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Pemerintah Buka Opsi Impor Minyak dari Semua Negara, Bahlil: Termasuk Rusia!
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Saham EMAS, AADI, Hingga BUMI Jadi Incaran Investor Asing
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Tito Kawal Pemulihan Lahan Pertanian-Tambak Terendam Lumpur Akibat Bencana
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Nyaris Gagal Mudik hingga Jakarta Terbuka bagi Pendatang
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.