Tokyo (ANTARA) - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah berupaya mencari pemasok bahan mentah dan sumber energi alternatif di tengah krisis di Selat Hormuz akibat konflik di Iran.
Ia juga menyatakan kesiapan untuk menerapkan langkah tambahan secara fleksibel guna mendukung masyarakat dan ekonomi nasional jika kenaikan harga berlangsung berkepanjangan.
"Kami bekerja sama dengan para menteri untuk mengamankan sumber pasokan alternatif bagi barang yang berpotensi tidak tersedia," kata Takaichi dalam rapat komite anggaran majelis tinggi parlemen Jepang, Selasa (17/3).
Takaichi mengatakan pemerintah mempertimbangkan berbagai skenario mengingat situasi di Timur Tengah masih belum pasti.
"Jika krisis berlanjut, kami akan mengambil langkah fleksibel untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga," ujarnya.
Pemerintah Jepang telah memutuskan menggunakan sisa dana cadangan untuk menjaga harga bahan bakar, sementara subsidi akan mulai berlaku pada 19 Maret.
Pemerintah juga mulai melepas cadangan minyak.
Baca juga: Jepang belum terima permintaan resmi kirim pasukan ke Timur Tengah
Dalam debat parlemen, oposisi memperingatkan krisis berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan minyak serta bahan baku penting untuk industri kimia, pupuk, dan semikonduktor.
Takaichi mengakui kenaikan harga minyak dapat berdampak ke sektor pertanian, termasuk mendorong kenaikan harga pupuk.
Pemerintah akan memantau perkembangan harga dan mengambil langkah tambahan untuk mendukung produsen serta melindungi konsumen, katanya.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah.
Eskalasi di kawasan itu menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Gangguan itu juga berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Selat Hormuz: Trump kesal sekutu AS enggan kirim kapal
Baca juga: Trump: AS tak butuh bantuan buka Selat Hormuz
Ia juga menyatakan kesiapan untuk menerapkan langkah tambahan secara fleksibel guna mendukung masyarakat dan ekonomi nasional jika kenaikan harga berlangsung berkepanjangan.
"Kami bekerja sama dengan para menteri untuk mengamankan sumber pasokan alternatif bagi barang yang berpotensi tidak tersedia," kata Takaichi dalam rapat komite anggaran majelis tinggi parlemen Jepang, Selasa (17/3).
Takaichi mengatakan pemerintah mempertimbangkan berbagai skenario mengingat situasi di Timur Tengah masih belum pasti.
"Jika krisis berlanjut, kami akan mengambil langkah fleksibel untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga," ujarnya.
Pemerintah Jepang telah memutuskan menggunakan sisa dana cadangan untuk menjaga harga bahan bakar, sementara subsidi akan mulai berlaku pada 19 Maret.
Pemerintah juga mulai melepas cadangan minyak.
Baca juga: Jepang belum terima permintaan resmi kirim pasukan ke Timur Tengah
Dalam debat parlemen, oposisi memperingatkan krisis berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan minyak serta bahan baku penting untuk industri kimia, pupuk, dan semikonduktor.
Takaichi mengakui kenaikan harga minyak dapat berdampak ke sektor pertanian, termasuk mendorong kenaikan harga pupuk.
Pemerintah akan memantau perkembangan harga dan mengambil langkah tambahan untuk mendukung produsen serta melindungi konsumen, katanya.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh Timur Tengah.
Eskalasi di kawasan itu menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Gangguan itu juga berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Selat Hormuz: Trump kesal sekutu AS enggan kirim kapal
Baca juga: Trump: AS tak butuh bantuan buka Selat Hormuz




