"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada performa mesin, tetapi juga memberikan perhatian ekstra pada satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal, yaitu ban, demi mewujudkan mudik yang aman hingga sampai di tujuan," ujar Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, melalui keterangan resminya. Mitos Seputar Ban yang Perlu Diluruskan Bridgestone Indonesia mengidentifikasi sejumlah mitos yang masih dipercaya oleh pengendara dan berpotensi membahayakan keselamatan: 1. Tekanan angin saat hujan Menurunkan tekanan angin kerap dianggap dapat meningkatkan daya cengkeram di jalan basah. Faktanya, kondisi tersebut justru meningkatkan risiko kerusakan ban dan mengurangi traksi. Baca Juga:
Tips Aman Mudik Lebaran Pakai Kendaraan Listrik 2. Kapasitas beban ban Sebagian pengendara mengabaikan batas indeks beban (load index). Membawa muatan berlebih dapat memicu panas berlebih pada ban hingga berujung pecah ban. 3. Ban baru tidak perlu dicek Ban baru tetap memerlukan pemeriksaan tekanan angin, balancing, serta kesesuaian dengan kondisi jalan yang akan dilalui. 4. Penggunaan ban dalam pada ban tubeless Praktik ini masih dilakukan ketika ban bocor, padahal dapat menghilangkan fungsi utama teknologi tubeless itu sendiri. Perawatan Ban Jadi Faktor Kunci Keselamatan Selain meluruskan mitos, perusahaan juga menekankan pentingnya perawatan ban sebelum mudik. Pemeriksaan tekanan angin, kondisi tapak, hingga kesiapan ban cadangan dinilai mampu mengurangi risiko pecah ban, menjaga stabilitas kendaraan, serta meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Ban yang terawat juga berkontribusi terhadap kenyamanan berkendara dengan meminimalisir getaran selama perjalanan panjang. Baca Juga:
Cek Kondisi Aki Mobil Sebelum Berangkat Mudik, Simak Tips Berikut Ini Layanan Tire Check Service di Jalur Mudik
Sebagai bentuk komitmen, Bridgestone Indonesia menghadirkan layanan Tire Check Service (TCS) melalui kolaborasi dengan Toyota dan mitra Paramita Ban. Layanan ini tersedia di dua titik strategis jalur mudik:
- Rest Area KM 57 arah Jawa Tengah/Jawa Timur pada 16–29 Maret 2026
- Rest Area KM 62 arah Jakarta pada 23–29 Maret 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





