Restrukturisasi BUMN Karya Hampir Final, Kebut Konsolidasi 3 Klaster

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bahwa proses restrukturisasi perusahaan konstruksi pelat merah atau BUMN karya telah memasuki tahap akhir. 

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menuturkan restrukturisasi menjadi langkah awal sebelum BUMN Karya melangkah pada fase konsolidasi ke tiga core utama, yakni konstruksi di area gedung, infrastruktur, dan engineering procurement and construction (EPC). 

Proses tersebut dimulai dengan perbaikan fundamental perusahaan, terutama melalui impairment laporan keuangan dan restrukturisasi utang.

“Kami sudah lakukan impairment juga terhadap bolong-bolong bukunya. Kemudian kita restrukturisasi terhadap hutang-hutangnya. Setelah ini mereka masuk ke fase konsolidasi," ujar Dony dalam siaran pers, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga : Danantara Reset Tata Kelola BUMN, Peneliti UI Ungkap Dampaknya ke Investor

Melalui perbaikan fundamental dan konsolidasi, Dony optimistis masa depan BUMN Karya akan semakin cerah. Dia menargetkan tahun ini BUMN di sektor konstruksi akan kembali sehat dengan tata kelola yang lebih baik.

Dia juga menegaskan seluruh proses menuju konsolidasi ini dilakukan dengan semangat transparansi. Menurutnya, setiap BUMN terbuka untuk diawasi oleh publik dan media sebagai bentuk kontrol terhadap aset milik rakyat.

“Fase konsolidasi ini yang tadi saya sampaikan, kita lihat kecocokan. Kita hanya akan masuk nanti ke tiga kelompok besar saja di masing-masing. Ada yang di infrastructure, ada yang di building dan gedung, ada yang di EPC,” ujar Dony.

Sebelumnya, integrasi tujuh BUMN Karya dipastikan mundur hingga 2026 setelah sebelumnya diproyeksikan selesai pada Desember 2025.

Tujuh perusahaan konstruksi tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya(Persero) Tbk. (WSKT), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).

Berdasarkan informasi yang diterima Bisnis, merger bakal dibentuk dalam tiga klaster. Waskita Karya dan WIKA bakal dipasangkan dengan Hutama Karya. ADHI digabung ke PTPP, sementara Brantas Abipraya dengan Nindya Karya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
LLDikti Wilayah V Perkuat Komitmen Peningkatan Kualifikasi Dosen PTS
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ikappi Proyeksi Harga Ayam Cs Melonjak Sepekan Usai Lebaran 2026
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Wali Kota Bandung Hentikan Pembangunan Halte BRT, Ini Penyebabnya
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Polisi Duga Empat Pelaku Gunakan Dua Motor
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Pertimbangkan ASN WFA dan Sekolah Daring
• 20 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.